invisible hit counter

Follow US

Waspadai Munculnya Gejala Penyakit AIDS sejak Awal!

Waspadai Munculnya Gejala Penyakit AIDS sejak Awal!Gejala penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) hingga saat ini masih ditakuti oleh masyarakat dari seluruh dunia dan belum memiliki obat untuk mengatasinya. AIDS sendiri merupakan sebuah penyakit yang berawal dari serangan virus bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini dapat menyebar melalui pertukaran darah hingga berhubungan badan. Lalu, bagaimanakah gejala AIDS dapat muncul dalam tubuh?

Tiga Tahap Gejala Penyakit HIV/AIDS yang Wajib Diwaspadai

Seperti yang sudah disinggung di atas, AIDS sendiri disebabkan oleh serangan HIV. Dalam menginfeksi tubuh, HIV/AIDS muncul melalui tiga tahapan yaitu tahap pertama atau serokonversi, periode dimana antibodi HIV mulai berkembang dalam melawan virus, tahap kedua, tahap dimana gejala tidak muncul, dan tahap ketiga, tahap berubahnya HIV menjadi AIDS. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian berikut ini.

1. Tahap Pertama

Pada tahap ini, seseorang yang terinfeksi HIV akan mengalami gejala penyakit seperti flu. Gejala ini biasanya akan muncul setelah beberapa minggu pasca terinfeksi. Setelah gejala penyakit AIDS ini muncul, biasanya gejala selanjutnya tidak akan muncul selama beberapa tahun ke depan. Periode ini lah yang sering dinamakan serokonversi.

Berdasarkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan, gejala ini diperkirakan dialami oleh 8 dari 10 orang yang telah terinfeksi HIV. Gejala umum yang sering dirasakan oleh penderita diantaranya:

  • Demam
  • Tenggorokan sakit
  • Munculnya ruam yang tidak terasa gatal pada tubuh
  • Pembengkakan noda limfa
  • Diare
  • Penurunan bobot tubuh
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Nyeri persendian

Berbagai gejala di atas dapat dialami selama kurang lebih satu bulan atau lebih. Bila hal ini terjadi, artinya sistem imunitas yang berada dalam tubuh sedang melawan virus yang menyerang. Akan tetapi, gejala ini tidak hanya disebabkan oleh HIV, jadi jangan mudah menganggap diri sudah terinfeksi HIV apabila tidak mengetahui penyebab terjadinya.

Selain itu, konsultasikan pada dokter apabila gejala di atas muncul jika penderita yakin pernah melakukan beberapa hal penyebab timbulnya HIV seperti transfusi darah, penggunaan jarum suntik, maupun berhubungan badan. Lakukan beberapa tes HIV apabila penderita berisiko terserang virus ini.

2. Tahap Kedua

Setelah tahap pertama terjadi, biasanya HIV tidak akan memberikan gejala yang dapat dirasakan oleh tubuh secara langsung. Periode inilah yang disebut sebagai masa inkubasi atau masa laten. Meskipun gejala penyakit AIDS tidak dirasakan oleh tubuh, sebenarnya virus sedang berkembang dan terus merusak sistem imunitas yang ada dalam tubuh.

Selain itu, meskipun penderita tidak merasakan gejala apapun, penderita sebenarnya sudah dapat menyebarkan infeksi ini kepada orang lain. Hal inilah yang menjadi penyebab begitu banyaknya penderita HIV/AIDS di seluruh dunia karena penderita sendiri tidak akan menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi virus ini. Tahapan ini sendiri dapat berlangsung selama 10 tahun atau bahkan lebih.

3. Tahap Ketiga atau Tahap Akhir dari Infeksi HIV

Jika dua tahapan di atas tidak disadari serta tidak ditangani dengan baik, kemampuan tubuh dalam menangkal berbagai penyakit akan melemah akibat HIV yang telah menginfeksi seluruh sistem kekebalan tubuh. Penderita akan sangat mudah terinfeksi berbagai penyakit serius dalam kondisi ini. Hal inilah yang biasa dikenal sebagai AIDS. Gejala yang umumnya muncul pada tahap akhir infeksi HIV ini adalah sebagai berikut.

  • Kelenjar getah bening atau noda limfa akan membengkak pada bagian pangkal paha maupun leher.
  • Mengalami demam selama kurang lebih 10 hari.
  • Mengalami kelelahan setiap saat.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Timbul bintik-bintik ungu pada kulit yang tidak dapat hilang.
  • Berat badan akan mengalami penurunan secara drastic tanpa penyebab yang jelas.
  • Sesak napas.
  • Infeksi jamur pada area mulut, tenggorokan, hingga alat kelamin.
  • Diare parah dan berkelanjutan.
  • Mudah mengalami memar ataupun luka tanpa sebab yang jelas.

Pada tahap ini pula, penderita akan mengalami penurunan kesehatan secara berkala. Beberapa penyakit serius juga dapat menjangkiti penderitanya seperti kanker, pneumonia, dan TB. Penanganan lebih dini dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kesehatan penderita.

Fakta-Fakta Gejala HIV/AIDS

Penyakit ini umumnya dapat menyebabkan gejala awal yang tidak dapat diprediksi. Diagnosa yang dilakukan oleh dokter pada gejala awal pun biasanya mengalami kesalahan karena gejala ini hampir sama dengan penyakit tifus maupun kelelahan semata. Untuk memastikan diagnosa secara tepat mengenai penyakit ini, satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah dengan pemeriksaan darah. Untuk lebih jelasnya, berikut fakta-fakta mengenai gejala penyakit AIDS.

1. Gejala Awal

Gejala awal HIV/AIDS sangat sulit untuk diprediksi. Biasanya, gejala-gejala yang muncul merupakan penyakit ringan seperti flu, demam, sakit kepala, batuk, dan rasa lelah yang mudah mendera. Hal ini bisa terjadi selama dua hingga enam minggu lamanya. Kondisi ini pun dapat sembuh dengan sendirinya yang sebenarnya, HIV mulai menyebar dalam tubuh.

2. Pembengkakan Kelenjar

HIV dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening, dimana kelenjar ini sendiri berguna untuk menangkal berbagai infeksi masuk dalam tubuh. Dengan pembengkakan yang dialami oleh kelenjar ini, maka sistem imunitas akan menurun secara drastis. Fase ini dapat berlangsung selama beberapa bulan.

3. Penyakit Infeksi

Dengan melemahnya sistem imunitas tubuh, berbagai macam penyakit serius dapat mudah berkembang dan menginfeksi seluruh organ tubuh seperti paru-paru, saluran pencernaan, ginjal, mata, hingga otak. Kondisi ini pun akan sangat sulit untuk diobati.

4. Gangguan Reproduksi

Penderita wanita dapat mengalami berbagai permasalahan pada organ reproduksinya, salah satu yang sering terjadi adalah gangguan pada siklus menstruasi. Jika penurunan imunitas tubuh semakin parah, beberapa infeksi pada organ reproduksi lainnya seperti radang pinggul hingga kanker serviks bisa saja terjadi.

5. Timbul Ruam pada Kulit

Penderita HIV/AIDS sangat rentan terhadap paparan cahaya matahari. Jika hal ini terjadi, ruam dapat muncul pada sekujur tubuh. Gejala penyakit AIDS ini biasa diawali dengan timbulnya benjolan kecil pada kulit yang akan diikuti oleh kusam dan kulit bersisik. Penyakit yang semakin parah dapat berkembang menjadi infeksi virus herpes.

6. Melemahnya Tubuh

Pada tahap selanjutnya dimana tubuh terserang HIV, penderita akan mengalami kelelahan yang hebat secara terus-menerus. Dengan tubuh yang semakin melemah ini, nafsu makan akan semakin menurun yang akan diikuti pula gangguan pada saluran pencernaan, nyeri pada seluruh persendian tubuh, batuk yang kronis, hingga gangguan pada sistem pernapasan. Bahkan untuk tahap selanjutnya, penderita dapat mengalami tekanan mental yang begitu hebat yang dapat menyebabkan stres dan depresi.

Prediksi gejala penyakit AIDS sangat sulit untuk diprediksi, mengingat miripnya gejala awal infeksi ini dengan penyakit lainnya seperti flu maupun tifus. Sebenarnya ada cara mudah untuk menghindari infeksi ini menjangkiti tubuh yakni dengan tidak melakukan perilaku berisiko. Perilaku ini diantaranya adalah seks bebas, penggunaan Narkoba (khususnya dengan menggunakan jarum suntik), dan transfusi darah dengan sumber yang tidak terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *