invisible hit counter

Follow US

Terjadinya Kram Perut saat Hamil Muda yang Harus Diwaspadai

Terjadinya Kram Perut saat Hamil Muda yang Harus DiwaspadaiKram perut saat hamil muda sebenarnya merupakan hal yang sudah lazim terjadi pada awal kehamilan. Sebab munculnya kram perut ini dapat menjadi pertanda munculnya janin di dalam rahim. Munculnya kram perut pada awal kehamilan yang normal disebabkan karena adanya proses implantasi/penempelan embrio ke dinding rahim. Proses ini dimulai ketika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma yang akan berkembang menjadi embrio akan bergerak menuju ke dinding rahim dan menempel di sana. Sedangkan sisa dari kulit folikel yang melepaskan sel telur (corpus luteum) akan semakin membesar.

Corpus luteum tersebut akan memproduksi hormon progesteron pada awal kehamilan, tetapi setelah plasenta hadir dan memproduksi hormon progesteron sendiri, maka produksi progesteron dari corpus luteum akan terhenti dan menimbulkan efek terjadinya kram perut. Terjadinya kram perut saat hamil muda juga dapat ditimbulkan akibat otot penopang rahim yang akan melebar dan meregang akibat hadirnya janin.

Munculnya kram perut saat hamil muda yang normal ini tentunya hanya berlangsung ringan dan tanpa disertai gangguan lain yang signifikan. Biasanya hanya akan disertai sedikit bercak darah (flek) yang berwarna merah muda atau coklat. Sehingga jika kram terjadi secara hebat dengan intensitas yang sering, apalagi disertai dengan perdarahan maka kram perut tersebut merupakan jenis yang tidak normal dan harus segera mendapatkan bantuan medis. Selain muncul pada saat hamil muda, kram juga sering muncul pada saat hamil tua sebagai pertanda bahwa ibu telah siap menghadapi persalinan.

Penyebab Terjadinya Kram Perut Saat Hamil Muda yang Abnormal

Hal yang harus diwaspadai dari munculnya kram perut saat hamil muda ini yaitu jika kram tersebut diakibatkan oleh faktor penyebab sebagai berikut:

  1. Kista Ovarium

Kista adalah timbulnya kantung kecil yang bersisi cairan. Kista dapat terjadi pada awal kehamilan. Kista ini ada yang tidak berbahaya tetapi ada juga yang membahayakan kehamilan. Kista yang tidak berbahaya biasanya terbentuk secara alami (fisiologis) akibat sisa ovarium (corpus luteuml) yang ditinggalkan oleh inti sel telur yang melebur bersama sel sperma yang akan menimbulkan kekosongan di ovarium. Kekosongan ini dapat merangsang hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) di dalam ovarium untuk berubah menjadi kista. Kista yang dianggap normal (tidak berbahaya) adalah yang berukuran kecil (diameter kurang dari 5 cm) dan pada umumnya kista ini akan menyusut dengan sendirinya pada sekitar minggu ke-10 kehamilan dan akan menghilang pada minggu ke-16.

Tetapi pada beberapa kasus, timbulnya kista ini dapat semakin besar dan tidak dapat hilang sehingga akan mengganggu proses kehamilan dan sangat berisiko menyebabkan keguguran. Kista yang semakin besar ini biasanya dipicu oleh pertumbuhan sel liar (tumor/kanker). Gejala yang ditimbulkan akibat tumbuhnya kista ini dapat berupa kram perut saat hamil muda, nyeri perut bagian bawah, dan biasanya disertai demam. Kista pada suatu ketika dapat pecah dan akan menyebabkan ibu hamil mengalami nyeri perut yang hebat disertai dengan muntah. Oleh karena itu jika mengalami gejala yang mengarah kepada adanya kista, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat dideteksi dan ditangani secara dini.

  1. Endometriosis

Endometriosis adalah kelainan yang terjadi pada laipsan yang melindungi rongga rahim (endometrium), di mana lapisan ini tumbuh abnormal di luar rahim. Tempat-tempat yang sering mengalami endometriosis yaitu di indung telur, kandung kemih, usus, dan pada daerah panggul. Endometriosis ini sering menyebabkan seseorang sulit hamil. Tetapi ada juga penderita endometriosis yang dapat hamil, dan tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami endometriosis. Jika penyakit ini diderita oleh ibu hamil, dapat berpotensi menyebabkan keguguran. Gejala yang ditimbulkan dari endometriosis saat kehamilan berupa kram perut saat hamil muda, nyeri panggul, dan biasanya disertai dengan perdarahan.

Oleh karena itu, jika mengalami gejala tersebut segeralah untuk berkonsultasi ke dokter. Akan lebih baik lagi jika endometriosis dideteksi sebelum terjadinya kehamilan, yang ciri-cirinya antara lain yaitu nyeri pada saat menstruasi yang diikuti dengan kejang perut, volume darah haid yang sangat banyak, nyeri saat berhubungan intim, nyeri panggul, dan sakit saat buang air besar.

  1. Kelainan pada plasenta

Plasenta yang berfungsi mengirimkan nutrisi dari ibu ke janin melalui tali pusat, dalam proses kehamilan juga dapat mengalami kelainan sehingga dapat membahayakan baik untuk ibu dan janin yang dikandungnya. Kelainan plasenta ini ditandai dengan gejala kram perut saat hamil muda disertai perdarahan. Ada beberapa kelainan yang terjadi pada plasenta, yaitu plasenta akreta (jaringan plasenta yang melekat terlalu kuat ke dalam dinding rahim), plasenta solusio (plasenta terlepas dari dinding rahim), plasenta previa (jaringan plasenta menempel pada bagian terbawah rahim sehingga menghalangi mulut rahim), dan plasenta insufisiensi (transport nutrisi dari ibu ke janin yang tidak berjalan dengan baik).

  1. Hamil di luar kandungan

Hamil di luar kandungan atau yang disebut sebagai kehamilan ektopik yaitu janin tumbuh di tempat yang tidak semestinya (berada di luar rahim). Kondisi ini dapat mengancam nyawa ibu dan janinnya. Sehingga harus dideteksi sejak dini dan secepatnya mendapatkan pertolongan medis. Gejala yang ditimbulkan antara lain terjadinya kram perut saat hamil muda, terjadinya perdarahan, nyeri hebat pada perut bagian bawah, sakit pada daerah panggul, hipotensi (tekanan darah rendah), dan dapat terjadi penurunan kesadaran (pingsan).

  1. Penyakit Menular Seksual

Penyakit Menular Seksual (PMS) yaitu penyakit yang ditularkan melalui hubungan intim. PMS yang terjadi pada kehamilan dapat membahayakan janin, antara lain yaitu dapat menyebabkan abortus spontan, kecacatan pada janin, gangguan perkembangan otak janin (retardasi mental), dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah. PMS pada saat hamil antara lain ditandai dengan ciri-ciri terjadinya kram perut saat hamil muda, rasa sakit saat buang air kecil, keputihan yang abnormal (sangat kental, berbau, dan gatal), adanya bintil-bintil, borok atau luka di sekitar alat kelamin. PMS dapat diakibatkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Contoh PMS antara lain gonorhoe, klamidia trachomatis, herpes simpleks, kandidosis, sifilis, ulkus mole, kondiloma akuminata, dan HIV/Aids.

  1. Keguguran

Keguguran merupakan hal yang sangat ditakuti oleh ibu hamil. Sebab impian untuk menimang sang buah hati menjadi sirna apabila ibu hamil mengalami keguguran. Keguguran dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, antara lain karena infeksi bakteri atau virus, kelainan kromosom, kelainan pada plasenta, rahim yang kurang kuat, menderita pembesaran kista atau mioma pada rahim, aktifitas ibu hamil yang terlalu ekstrim, jarak kehamilan yang terlalu dekat, usia ibu hamil yang kurang ideal untuk melahirkan (kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun), dan gaya hidup yang tidak sehat (konsumsi rokok/alkohol). Gejala yang dialami pada saat keguguran yaitu terjadinya perut kram saat hamil muda yang berlangsung hebat, nyeri perut bagian bawah, dan terjadinya perdarahan dalam jumlah yang banyak.

Pada kram perut saat hamil muda yang normal, Anda dapat mengatasi terjadinya kram tersebut dengan teknik relaksasi, yaitu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Selain itu Ibu hamil dapat tiduran dengan mengangkat kedua kaki lebih tinggi dengan di ganjal bantal atau kaki disandarkan pada tembok. Selain itu imbangi dengan pola hidup sehat selama kehamilan seperti berolahraga ringan (jalan kaki), banyak makan buah dan sayur, dan banyak mengkonsumsi air putih. Jika terdapat tanda-tanda kram perut yang abnormal, maka jangan ditunda lagi untuk segera periksa ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *