invisible hit counter

Follow US

Perkembangan dan Posisi Janin 7 Bulan di Dalam Kandungan

Perkembangan dan Posisi Janin 7 Bulan di Dalam KandunganPosisi janin 7 bulan di dalam kandungan sudah dapat dideteksi apakah telah sesuai pada posisi yang semestinya atau tidak. Dalam usia kehamilan 7 bulan ini sudah dapat diketahui posisi janin normal sungsang, ataukah melintang melalui pemeriksaan USG maupun palpasi manual yang dilakukan oleh dokter kandungan. Posisi janin yang normal yaitu letak kepala adalah di bawah, sedangkan kaki di sebelah atas. Tetapi pada beberapa kasus, terdapat kelainan posisi janin dimana kaki terletak di posisi bawah dan kepala terdapat di atas atau yang sering disebut sebagai posisi sungsang. Atau dapat juga terjadi posisi janin melintang di mana kepala terdapat pada salah satu sisi perut, dan kaki pada satu sisi yang lainnya (horisontal). Dalam kondisi tersebut tentunya sang ibu tidak dapat melahirkan secara normal.

Jika keadaan ini sudah diketahui sejak usia 7 bulan kandungan, maka posisi janin masih bisa untuk diperbaiki agar kembali ke posisi normal. Cara yang sering dianjurkan untuk memperbaiki posisi janin 7 bulan agar kembali ke normal yaitu dengan melakukan gerakan sujud secara rutin. Caranya yaitu dengan duduk menungging di mana kepala dan badan ditundukkan ke bawah serendah mungkin (sesuai kemampuan) dengan disangga oleh kedua tangan. Lakukan gerakan ini selama 5 sampai 10 menit sebanyak 2 kali dalam sehari. Gerakan ini cukup efektif dan aman untuk merubah posisi janin kembali ke posisi normal. Tetapi hal yang harus diperhatikan adalah jika ibu hamil merasa capek atau merasa sesak nafas ketika melakukan gerakan sujud tersebut, maka sebaiknya beristirahat dahulu dan dapat dilanjutkan lain waktu.

Intinya lakukan gerakan tersebut dengan waktu dan frekuensi sesuai kemampuan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang ibu hamil mengalami posisi janin sungsang atau melintang di dalam kandungan. Faktor tersebut antara lain yaitu ukuran janin yang jauh lebih kecil dari ruangan di rahim ibu. Sehingga kondisi ini menyebabkan janin akan mudah mengalami pergeseran atau perputaran di dalam rahim ibu. Faktor yang lain yaitu karena faktor kehamilan kembar, air ketuban di dalam rahim yang terlalu banyak, ibu hamil memiliki panggul yang terlalu sempit, riwayat kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya, atau karena ibu hamil mengalami plasenta previa, yaitu suatu kondisi dimana plasenta terletak di bawah sehingga menutupi jalan lahir.

Tahap Perkembangan dan Posisi Janin 7 Bulan

Pada usia kehamilan 7 bulan merupakan masa di mana janin ukurannya sudah cukup besar dan mengalami perkembangan yang mendekati sempurna. Ukuran janin yang besar menyebabkan ruang di dalam rahim mulai terasa sempit bagi janin, sehingga menyebabkan janin 7 bulan aktif bergerak untuk mencari posisi yang nyaman. Gerakan inilah yang sering dirasakan ibu hamil seperti menendang-nendang perutnya. Keaktifan gerakan janin ini merupakan indikator janin yang sehat, dan sebaliknya jika janin tidak aktif, maka perlu dicurigai adanya gangguan perkembangan janin. Tahap perkembangan posisi janin 7 bulan di dalam kandungan adalah sebagai berikut:

Usia 29 minggu

Pada usia 29 minggu atau awal usia kehamilan 7 bulan, berat janin sudah lebih dari 1 kg dengan panjang sekitar 38 sampai 39 cm. Posisi janin 7 bulan pada usia 29 minggu ini yaitu bahwa kepala bayi cukup besar dan otaknya semakin berkembang. Pada bagian tempurung kepala dan tulang-tulangnya mulai mengeras mengikuti perkembangan otot dan paru-parunya. Pada calon bayi laki-laki pada usia kehamilan ini kedua testikelnya telah turun ke skrotum yang awalnya berada di dekat ginjal. Sedangkan pada calon bayi perempuan, bagian klitorisnya sudah mulai terlihat.

Usia 30 minggu

Posisi janin 7 bulan pada usia kehamilan 30 minggu, ukurannya mencapai kurang lebih 40 cm dengan berat sekitar 1,3 kg. Mata janin sudah semakin berkembang dan dapat melakukan gerakan membuka dan menutup. Janin juga sudah memiliki alis dan bulu mata. Organ paru-paru dan saluran pencernaan telah berkembang mendekati sempurna. Pada usia kehamilan ini, penambahan tinggi janin mulai melambat, tetapi berat badannya terus bertambah secara signifikan.

Usia 31 minggu

Pada usia kehamilan 31 minggu, posisi janin 7 bulan beratnya sekitar 1,5 kg dengan panjang sekitar 41 cm. Kepalanya yang semula lebih besar dari badannya, pada usia 31 minggu ini kepala janin ukurannya mulai menjadi proporsional sesuai dengan ukuran tubuhnya. Janin telah mampu mengeluarkan urine/air kencing dari kandung kemihnya. Pembentukan sel darah merah yang semula dijalankan oleh hati, pada fase ini telah dapat diambil alih oleh sumsum tulang. Pada usia kehamilan ini gerakan janin 7 bulan mulai stabil seperti lamanya melakukan gerakan maupun dalam hal frekuensinya.

Usia 32 minggu

Posisi janin 7 bulan pada usia kehamilan 32 minggu yaitu kepalanya telah berada di bawah sehingga sudah siap dalam posisi siap dilahirkan. Kemampuan janin untuk mengisap semakin berkembang, hal ini ditandai dengan semakin seringnya janin menghisap jempolnya sendiri. Kulit bayi tampak semakin halus, dan matanya mulai fokus untuk mengarah ke suatu obyek penglihatan. Pada fase ini, air ketuban kadarnya meningkat dan janin masih menelan air ketuban dan mengeluarkannya sebagai kencing. Paru-paru janin telah berkembang pesat, di mana berada dalam tahap berlatih untuk bernafas.

Berbagai Keluhan Ibu Ketika Hamil 7 Bulan

Pada usia kehamilan 7 bulan di mana janin telah bertambah besar, ibu hamil biasanya mengalami keluhan-keluhan antara lain yaitu sebagai berikut:

1. Konstipasi dan wasir

Konstipasi terjadi karena posisi janin 7 bulan yang ukurannya bertambah secara signifikan akan menekan usus sehingga proses pencernaan menjadi terhambat. Konstipasi ini ditandai dengan pengeluaran feses yang keras, sakit pada perut, dan frekuensi buang air besar yang jarang dan tak menentu. Jika konstipasi bertambah parah maka ibu hamil dapat mengalami wasir. Kondisi ini tentunya menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil. Untuk mengatasi konstipasi dan wasir ini maka perbanyaklah konsumsi serat yang banyak berasal dari aneka buah-buahan dan sayur dan perbanyaklah minum air putih untuk melancarkan pencernaan.

2. Bengkak pada kaki

Perut ibu yang semakin membesar, sering menimbulkan keluhan yaitu terjadinya bengkak pada kaki. Kaki yang membengkak ini terjadi akibat peredaran darah yang tidak lancar dan bertambahnya beban yang harus ditopang oleh kaki. Untuk mengatasinya lakukan olahraga ringan secara teratur dan meninggikan posisi kaki ketika beristirahat.

3. Punggung sakit dan kram

Pada usia kehamilan 7 bulan, biasanya ibu sering mengalami sakit punggung akibat posisi tubuh yang cenderung tertarik ke bagian depan, dan dapat terjadi kram terutama di malam hari. Oleh karena itu ibu hamil harus beristirahat senyaman mungkin dengan posisi miring dengan disangga bantal pada kedua sisinya. Pada sebagian ibu hamil juga dapat mengalami kontraksi palsu (braxton hicks) yaitu kontraksi otot rahim yang hanya terjadi sesekali dan hanya sebentar (30 – 60 detik). Periksakan ke dokter jika kontraksi yang terjadi berlangsung cukup lama dan sering.

Hal yang harus diwaspadai pada usia kehamilan 7 bulan ini adalah kemungkinan terjadinya preeklamsia pada ibu hamil. Keadaan ini dapat menimbulkan keadaan yang fatal bagi ibu dan janin yang dikandungnya. Gejala preeklamsia yaitu terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi) dan kadar protein yang tinggi dalam urine (proteinuria). Selain itu juga harus diwaspadai adanya potensi kelahiran prematur, kebocoran air ketuban, maupun ketuban pecah dini. Sehingga selalu periksakan kehamilan Anda secara berkala ke dokter kandungan atau bidan dan konsultasikan segala keluhan yang Anda alami selama kehamilan.

Referensi: pampers.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *