invisible hit counter

Follow US

Penyebab Nyeri Perut Kiri Bawah yang Perlu Anda Waspadai

Mengalami nyeri perut kiri bawah mungkin merupakan gejala yang seringkali diabaikan oleh sebagian orang. Padahal mengalami nyeri perut bagian bawah bisa jadi merupakan pertanda adanya suatu penyakit dari yang ringan sampai yang berat. Nyeri pada area tersebut biasanya berkaitan dengan adanya berbagai gangguan, seperti otot perut, saluran pencernaan, tulang panggul, ginjal, saluran kemih, dan organ reproduksi. Gejala yang dirasakan dapat bermacam-macam, misalnya berupa keluhan nyeri biasa, nyeri hebat, pegal-pegal, kram perut, perih, rasa seperti terbakar, rasa penuh pada perut (kembung), diare, susah buang air besar, mual muntah, dan sebagainya.

Nyeri perut kiri bawah juga dapat diikuti oleh gejala ikutan lainnya, seperti demam, adanya benjolan di area perut, ruam pada kulit, nyeri saat buang air kecil, nyeri ketika berhubungan seksual, maupun terjadinya perdarahan. Intensitas nyerinya pun juga bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain, ada yang berlangsung sebentar ada juga yang lama. Nyeri dapat terjadi hilang timbul dengan frekuensi hanya timbul kadang-kadang saja, tetapi dapat juga sangat sering menghampiri. Sifat nyeri pun juga berbeda-beda, pada suatu kasus dapat ditangani hanya dengan melakukan perubahan posisi, pijatan kecil, atau istirahat saja. Tetapi pada kasus yang lain dapat berlangsung akut dan membutuhkan pertolongan medis.

Berbagai Penyebab Nyeri Perut Kiri Bawah yang Perlu Anda Ketahui

Jika Anda sering mengalami nyeri perut kiri bawah, bisa jadi Anda menderita salah satu penyakit seperti berikut ini:

  1. Obstruksi pada usus

Nyeri perut kiri bawah seringkali diakibatkan oleh adanya obstruksi (sumbatan) pada usus, baik pada usus halus, usus dua belas jari, maupun usus besar. Obstruksi ini dapat terjadi akibat konsumsi makanan yang kurang sehat, adanya pertumbuhan sel liar di dalam perut, maupun akibat peradangan akibat infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Adanya sumbatan ini tentunya dapat menimbulkan nyeri pada perut kiri bagian bawah baik dalam skala kecil maupun besar.

  1. Divertikulitis

Divertikulitis yaitu peradangan pada divertikula (lapisan dinding usus besar). Divertikulitis biasanya berwujud adanya tonjolan-tonjolan di sepanjang dinding usus besar, yang menimbulkan rasa nyeri pada perut sebelah kiri. Penyakit ini sering dialami oleh orang yang telah berusia lanjut, di mana tingkat elastisitas dinding ususnya sudah mulai menurun dan metabolisme pencernaan mengalami gangguan. Rasa nyeri yang ditimbulkan karena divertikulitis biasanya terjadi secara tiba-tiba, diikuti dengan gejala lain seperti demam, susah buang air besar, dan mual muntah.

  1. Kolitis ulserativa

Kolitis ulserativa adalah inflamasi yang terjadi pada usus besar dan rektum. Proses inflamasi menyebabkan adanya luka atau tukak pada dinding usus besar maupun rektum. Gejala yang ditimbulkan yaitu timbulnya nyeri perut kiri bawah dengan disertai gejala lain seperti keluarnya tinja bercampur darah, demam, kelelahan, diare, dan penurunan berat badan. Penyakit ini justru sering menyerang pada usia muda (kurang dari 30 tahun). Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi diduga akibat adanya kelainan autoimun maupun infeksi bakteri melalui makanan.

  1. Kanker usus besar

Dalam beberapa kasus, nyeri perut kiri bawah juga dapat merupakan tanda bahaya dari terdapatnya kanker di usus besar. Pada kanker usus besar, nyeri yang timbul biasanya berlangsung secara terus-menerus, diikuti demam, badan yang mudah lelah, mual muntah, penurunan berat badan, dan BAB yang mengeluarkan darah. Oleh karena itu jika mengalami gejala tersebut maka harus segera periksa ke dokter agar dapat ditangani secara lebih cepat. Sebab untuk kasus kanker, jika sudah pada stadium akhir akan susah untuk ditanggulangi.

  1. Gangguan ginjal

Nyeri perut pada bagian kiri bawah juga dapat menjadi pertanda adanya gangguan pada ginjal. Gangguan pada ginjal ini dapat berupa adanya batu ginjal maupun terjadinya radang/infeksi pada ginjal. Gejala yang ditimbulkan selain nyeri perut, antara lain sakit ketika buang air kecil, air kencing sedikit, rasa pegal di pinggang, serta air kencing yang berubah warna menjadi kecoklatan atau dapat bercampur dengan darah. Karena ginjal ada dua yaitu sebelah kanan dan kiri, maka selain dapat menimbulkan nyeri perut bagian kiri bawah, gangguan pada ginjal juga dapat menimbulkan nyeri perut kanan bawah.

  1. Sistisis

Sistisis merupakan peradangan pada kandung kemih yang dapat diakibatkan karena adanya batu pada kandung kemih maupun karena adanya infeksi bakteri. Manifestasi klinis yang ditimbulkan dapat menyebabkan nyeri perut kiri bawah, selalu ingin buang air kecil tetapi susah dikeluarkan, rasa panas pada saluran kecing, dan sakit pada area pinggul.

  1. Endometriosis

Gejala nyeri perut kiri bawah juga dapat disebabkan karena endometriosis. Endometriosis hanya terjadi pada wanita, di mana terjadi suatu keadaan ketika endometrium (lapisan dinding rahim) tumbuh di luar rongga rahim sehingga menimbulkan peradangan/iritasi. Nyeri perut pada endometriosis biasanya terjadi saat wanita mengalami menstruasi, dengan diikuti gejala lain seperti pendarahan yang berlebihan saat menstruasi, serta susah buang air besar maupun kecil.

  1. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah pembuahan yang terjadi di luar rahim. Normalnya, proses pembuahan terjadi di dalam rahim. Tetapi karena berbagai faktor, dapat terjadi kehamilan di luar rahim. Faktor yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik antara lain adanya infeksi pada area tuba falopi, menderita penyakit menular seksual, pemakaian alat kontrasepsi IUD yang mengalami pergeseran, pemakaian obat-obatan penyubur kandungan, maupun akibat proses pengikatan tuba falopi yang tidak sempurna pada proses sterilisasi. Kehamilan ektopik ini dapat menyebabkan nyeri perut sebelah kiri bawah yang biasanya disertai dengan gejala perdarahan ringan yang keluar melalui organ intim, nyeri panggul, pusing, sakit saat BAB, dan mual muntah.

  1. Fibroid

Fibroid merupakan jaringan atau otot yang tumbuh secara tidak normal di dalam rahim wanita, atau sering disebut sebagai batu rahim. Fibroid sering menimbulkan nyeri perut kiri bawah yang biasanya disertai dengan tanda lain seperti menstruasi yang datang tidak teratur serta terjadinya pendarahan yang berlebihan saat haid.

  1. Aneurisma aorta perut

Aneurisma aorta perut yaitu pembesaran aorta di daerah perut yang dapat pecah atau bocor dan menimbulkan perdarahan. Aneurisma aorta perut biasanya disebabkan karena penumpukan plak di dalam aorta oleh lemak atau zat yang terkandung dalam rokok. Atau dapat juga disebabkan karena terjadinya infeksi oleh bakteri di dalam aorta. Gejala yang ditimbulkan pada umumnya terjadi nyeri hebat di tengah perut. Terjadinya perdarahan pada perut ini juga dapat menjalar ke perut bagian samping sehingga dapat menyebabkan nyeri perut bagian kiri bawah maupun sakit perut kanan bawah.

Untuk penanganan nyeri perut kiri bawah, apabila masih ringan maka hal yang dapat dilakukan antara lain dengan berbaring mengistirahatkan badan, mengompres bagian perut yang sakit dengan handuk yang telah direndam air hangat, memperbanyak konsumsi air putih, dan dapat minum obat yang sering digunakan sebagai pereda rasa sakit (analgesik) seperti antalgin atau asam mefenamat sesuai dosis yang ditentukan. Tetapi hal itu hanya untuk penanganan sementara saja, jika sering mengalami nyeri perut sebelah kiri bawah, maka sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter agar dapat dicari penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *