invisible hit counter

Follow US

Obat Mencret untuk Bayi yang Aman dan Cara Pencegahannya

Obat Mencret untuk Bayi yang Aman dan Cara PencegahannyaMencret atau diare adalah penyakit yang sangat berbahaya bagi bayi, sehingga sangat penting mengetahui apa saja obat mencret untuk bayi. Jangan anggap remeh penyakit ini, sebab mencret jika dibiarkan dapat berakibat fatal yaitu menyebabkan kematian pada bayi dikarenakan mengalami dehidrasi. Bayi rentan menderita mencret karena ketahanan tubuhnya yang masih lemah, dan seringnya memasukkan jari tangan atau benda yang ke dalam mulutnya yang seringkali terdapat kontaminasi  kuman pada jari atau benda tersebut. Banyak hal yang dapat menyebabkan mencret pada bayi, antara lain yaitu karena infeksi bakteri, virus, atau parasit, keracunan makanan, alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu, atau karena terlalu banyak mengkonsumsi jus buah yang banyak mengandung serat.

Bagi Anda yang belum berpengalaman merawat bayi atau baru pertama kali memiliki bayi, mungkin agak susah membedakan kategori mencret/diare pada bayi. Sebab, BAB yang dikeluarkan bayi pada umumnya juga encer dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, Anda harus lebih jeli untuk membedakannya. Bayi yang hanya mengkonsumsi ASI, biasanya feses/tinjanya berwarna hijau kecoklatan. Dan ketika bayi sudah mengkonsumsi makanan tambahan selain ASI, warna feses dapat berubah-ubah menyesuaikan jenis makanan yang dimakannya. Untuk mendeteksi terjadinya diare, yang pasti teksturnya lebih encer dari biasanya, frekuensinya lebih sering, warnanya tidak seperti biasanya, bayi terlihat lemas/lesu, sering rewel, dapat disertai panas dan muntah.

Beberapa Obat Mencret untuk Bayi yang Aman dan Efektif

Pada prinsipnya, mengobati mencret pada bayi adalah untuk mencegah dehidrasi. Kuman penyebab mencret jika tidak terlalu ganas sebenarnya dapat mati dengan sendirinya atau jumlahnya terus berkurang bersama keluarnya feses. Yang terpenting adalah untuk mencegah ancaman terjadinya kekurangan cairan yang dapat menimbulkan keadaan yang fatal. Beberapa obat mencret untuk bayi adalah sebagai berikut:

  1. Minumi ASI sebanyak-banyaknya

ASI merupakan obat mencret untuk bayi yang alami karena mengandung cairan dan nutrisi lengkap yang sangat bermanfaat untuk bayi. Sehingga sangat efektif untuk mengganti cairan pada tubuh bayi yang banyak keluar besama feses. Beruntunglah bagi ibu yang dapat memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan dan masih bisa meneruskan setelahnya sampai ASI benar-benar habis. Sebab ASI merupakan zat yang paling baik untuk perkembangan bayi sekaligus menciptakan kekebalan alami untuk melawan berbagai penyakit, termasuk kuman penyebab mencret. Pada bayi yang masih mengkonsumsi ASI, ketika terjadi mencret teruslah memberikan ASI kepada bayi agar terhindar dari dehidrasi.

Bagi ibu yang sibuk bekerja, dapat menyiapkan memerah ASI nya untuk disimpan di frezer dan mintalah sang pengasuh bayi untuk memberikannya secara rutin kepada bayi Anda. Tetapi bagi Anda yang jumlah ASI nya ternyata sangat sedikit atau bahkan sudah tidak keluar sama sekali, maka dapat menambahkan susu formula yang cocok untuk bayi. Pada saat diare pemberian susu formula sebaiknya agak diencerkan agar memberikan lebih banyak asupan air kepada bayi.

  1. Larutan oralit

Oralit merupakan obat mencret untuk bayi yang merupakan pengganti mineral elektrolit yang yang sangat dibutuhkan oleh bayi ketika terjadi mencret. Agar memudahkan Anda menyediakan oralit dengan dosis yang tepat untuk bayi, maka Anda dapat membelinya di apotik dan memberikan sesuai dengan dosis yang tertera pada aturan pakainya. Penyajian oralit akan lebih mudah diberikan kepada bayi jika mencampurkannya bersama dengan ASI perah, susu formula, maupun makanan tambahan lainnya.

  1. Berikan tambahan cairan

Pemberian cairan selain ASI, hendaknya diberikan kepada bayi dengan berbagai cara, antara lain dengan menambahkan lebih banyak air pada makanan tambahannya, atau memberikan air putih dengan sendok setelah makan maupun setiap saat pada waktu bayi memungkinkan untuk menerima asupan makanan/minuman. Pada dasarnya, cairan adalah obat mencret untuk bayi yang paling utama agar terhindar dari dari dehidrasi. Terus amati perkembangan pada bayi Anda apakah terjadi gejala yang mengarah ke dehidrasi atau tidak. Dehidrasi antara lain ditandai dengan kondisi mulut bayi yang kering, saat bayi menangis tidak ada air mata yang keluar, kulitnya yang terasa kering, dan buang air kecil yang jauh lebih sedikit dari biasanya.

  1. Berikan zink

Zink adalah obat mencret untuk bayi yang merupakan zat mineral yang sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan kuman penyebab mencret sekaligus meningkatkan absorbsi usus terhadap makanan yang masuk sehingga mencret dapat berkurang dan sembuh. Zink banyak disediakan di apotik dengan berbagai merk dagang yang biasanya dikemas dalam bentuk serbuk. Untuk menyajikannya seperti pada oralit, Anda dapat mencampurkannya pada ASI perah, susu formula, maupun pada makanan tambahan, sesuai dengan dosis yang dianjurkan pada aturan pakainya.

  1. Tetap berikan nutrisi tambahan

Ketika bayi sedang mencret, selain memberikan banyak cairan maka nutrisi tambahan lain harus tetap diberikan. Walaupun dalam keadaan mencret biasanya nafsu makan bayi menjadi berkurang, berikanlah makanan tambahan dengan porsi yang lebih sedikit tetapi dengan frekuensi sering. Pada waktu diare sebaiknya hindari pemberian buah-buahan atau sayur yang terlalu banyak mengandung serat. Makanan yang cocok diberikan pada saat mencret antara lain bubur dari tepung beras, nasi tim halus, wortel, aprikot, dan apel. Pemberian makanan tambahan sangat baik bagi kesehatan bayi terutama untuk menggantikan nutrisi yang banyak terbuang bersama feses.

Berbagai Cara Mencegah Mencret atau Diare pada Bayi

Di samping mengetahui obat mencret untuk bayi seperti yang telah diterangkan di atas, sebagai orang tua Anda juga harus mengetahui tentang cara pencegahan agar bayi terhindar dari mencret/diare, yaitu sebagai berikut:

  1. Jaga kebersihan makanan dan peralatan makan bayi

Untuk makanan bayi dari bahan buah dan sayur jangan lupa untuk selalu dicuci dengan bersih dan dikupas dahulu apabila terdapat kulit luar. Pastikan bahwa peralatan makan pada bayi telah dicuci sebelumnya dan selalu higienis serta disimpan pada tempat yang bersih.

  1. Perhatikan makanan yang menimbulkan alergi pada bayi

Amati setiap makanan yang diberikan kepada bayi Anda, lihat reaksinya setelah mengkonsumsi makanan yang Anda berikan. Reaksi alergi salah satunya ditandai dengan diare. Jika mengalami alergi, maka hentikan dulu makanan tersebut sampai suatu saat pencernaan bayi Anda telah siap untuk menerima jenis makanan itu.

  1. Pilihlah susu formula yang tepat

Tidak semua susu formula yang ada di pasaran cocok bagi bayi. Seringkali ada bayi yang cocok dengan jenis susu formula tertentu tetapi tidak cocok dengan susu formula jenis lainnya. Ketidakcocokan susu formula ini sering ditandai dengan timbulnya diare pada bayi. Oleh karena itu di samping memilih susu formula yang kandungan nutrisinya lengkap, Anda juga harus mengamati reaksi tubuh bayi terhadap susu tersebut. Jika tidak cocok, maka gantilah dengan susu formula jenis lain.

  1. Jaga kebersihan tangan bayi dan lingkungan sekitar

Bayi sangat suka memasukkan jari-jari ke dalam mulutnya. Oleh karena itu selalu bersihkan tangan bayi terutama pada jari-jarinya agar tidak ada kuman yang masuk ke dalam mulut. Selain itu bersihkan juga lingkungan di sekitar bayi seperti tempat tidur, bantal, guling, dan selimutnya. Selain itu orang tua maupun pengasuh bayi juga harus selalu menjaga kebersihan tangan dan pakaiannya terutama pada saat menyentuh atau menimang bayi.

Hal terpenting dari penanganan mencret pada bayi adalah jangan sampai bayi menderita dehidrasi. Oleh karena itu jika bayi mengalami mencret tetapi susah menerima asupan cairan dari luar bahkan sering dimuntahkan maka sebaiknya segera periksa ke dokter untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Anda juga harus waspada jika diare yang dialami oleh bayi disertai dengan lendir, feses berupa air seperti cucian beras, maupun feses yang bercampur darah, karena bisa jadi diakibatkan oleh bakteri/virus yang lebih ganas sehingga memerlukan bantuan medis dengan segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *