invisible hit counter

Follow US

Munculnya Bercak Darah saat Hamil Muda yang Wajib Anda Waspadai

Munculnya Bercak Darah saat Hamil Muda yang Wajib Anda WaspadaiTimbulnya bercak darah saat hamil muda atau yang sering disebut flek atau spotting sebenarnya merupakan hal wajar jika tidak disertai gejala maupun komplikasi lainnya. Bercak darah yang dianggap normal biasanya berupa flek-flek berwarna merah atau coklat yang jumlahnya sedikit dan berlangsung hanya sebentar (pada umumnya satu hari). Flek ini akan terlihat jelas penampakannya pada celana dalam, di mana flek akan menempel dan menimbulkan kotoran/noda pada celana dalam yang sedang dipakai. Terjadinya flek yang normal ini dapat diakibatkan karena adanya perubahan hormon pada awal kehamilan, pelekatan sel telur yang dibuahi oleh dinding rahim, dan peradangan ringan pada area kewanitaan.

Selain itu, adanya bercak darah saat hamil muda juga dapat terjadi akibat efek melakukan hubungan suami istri pada saat hamil muda yang mengakibatkan terjadinya pembuahan sehingga luruh sebagai bercak darah/flek. Flek juga dapat ditimbulkan karena proses fisiologis meningkatnya aliran darah yang mengalir ke leher rahim yang bergesekan dengan serviks sehingga dapat menimbulkan bercak darah. Anda harus waspada karena tak selamanya flek merupakan hal yang normal. Flek yang abnormal biasanya ditandai dengan volume darah yang keluar cukup banyak, perdarahan berlangsung lama (lebih dari satu hari), dan disertai dengan nyeri/kram perut yang hebat. Jika sudah demikian jangan ambil risiko, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan secepatnya.

Penyebab Bercak Darah saat Hamil Muda yang Abnormal

Bercak darah saat hamil yang tidak wajar dapat disebabkan oleh berbagai hal. Membedakan munculnya bercak darah yang normal dan yang abnormal dapat dilihat dari berbagai gejala lain yang mengiringinya. Jika tidak muncul gejala lain, kemungkinan besar itu adalah bercak darah yang wajar, namun jika diiringi gejala lain, Anda harus waspada. Timbulnya bercak darah saat hamil muda yang abnormal dapat terjadi akibat kondisi berbahaya berikut ini:

  1. Keguguran

Keguguran yaitu keluarnya janin dari dalam rahim sebelum waktu yang semestinya dan lahir dalam keadaan tidak hidup. Keguguran pastilah sangat ditakuti oleh ibu hamil karena mengandaskan impian ibu untuk dapat menimang bayinya. Sebagian besar kasus keguguran (60-75%) terjadi pada hamil muda atau sebelum usia kehamilan 3 bulan. Sebab pada masa ini janin belum terbentuk secara sempurna dengan tali pusat dan plasenta yang juga belum terlalu kuat. Keguguran sudah pasti akan mengeluarkan bercak darah saat hamil muda. Gejalanya dapat bervariasi, ada yang berupa keluar bercak darah sedikit demi sedikit tetapi berlangsung lama, tetapi ada juga yang terjadi perdarahan hebat dalam waktu yang singkat.

Pada kasus keguguran, keluarnya darah dapat disertai dengan bagian jaringan yang robek yang berasal dari dinding rahim ataupun kantung ketuban. Selain perdarahan, pada kasus keguguran biasanya diikuti dengan gejala lain seperti nyeri yang cukup lama pada perut bagian bawah dan terjadi kram atau kejang perut. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran, antara lain karena adanya kelainan kromosom pada janin, kecacatan pada embrio, rahim yang lemah, adanya mioma pada saluran rahim, dan adanya infeksi virus. Selain itu keguguran juga dapat diakibatkan karena adanya kelainan hormonal, penyakit kronis yang diderita ibu, konsumsi rokok dan alkohol, obesitas, berat badan kurang, maupun karena aktifitas yang berat/ekstrim.

  1. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik atau yang sering disebut sebagai hamil di luar kandungan yaitu pembuahan sel telur yang tidak berada di dalam rahim. Sel telur yang telah dibuahi tersebut tidak mampu melekat/menempel pada rahim ibu tetapi justru berada di tempat lain, seperti di tuba falopi (saluran telur), di rongga perut, indung telur, maupun di leher rahim. Kehamilan ektopik harus secepatnya mendapatkan pertolongan medis karena merupakan kondisi yang sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa ibu, sebab perdarahan yang terjadi lebih ke arah dalam yaitu di rongga abdomen. Sedangkan bagi janin, kehamilan ektopik biasanya mengakibatkan janin sulit diselamatkan, kecuali pada kasus tertentu saja yang jumlahnya sangat kecil.

Gejala yang timbul akibat kehamilan ektopik ini biasanya berupa keluarnya bercak darah saat hamil muda dalam jumlah yang banyak, nyeri pada daerah panggul, rasa sakit yang hebat pada perut bagian bawah, kulit ibu tampak pucat, denyut nadi meningkat, tekanan darahnya rendah (hipotensi), dan ibu dapat mengalami pingsan. Faktor penyebab terjadinya kehamilan ektopik antara lain adanya infeksi virus atau bakteri pada saluran tuba falopi, adanya riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, riwayat operasi pembedahan pada area sekitar tuba falopi, kelainan kongenital (sejak lahir) pada saluran tuba falopi, maupun riwayat menderita penyakit menular seksual pada ibu.

  1. Hamil anggur

Hamil anggur atau dalam bahasa medis disebut sebagai mola hidatidosa adalah kehamilan yang tidak normal, di mana tumbuh tumor jinak berupa pertumbuhan jaringan permukaan membran berbentuk seperti sekumpulan anggur yang terjadi akibat kegagalan pembentukan bakal janin. Tumor jinak ini terbentuk dari bagian luar sel telur yang telah dibuahi yang melekat pada dinding rahim. Tumor ini dapat menjadi ganas sehingga harus secepatnya dilakukan tindakan medis. Hamil anggur seringkali mengecoh ibu hamil bahwa dia merasa benar-benar hamil. Sebab memberikan tanda-tanda kehamilan layaknya wanita hamil pada umumnya, seperti terlambat datang bulan, mual muntah, dan test kehamilan yang positif.

Gejala yang khas dari hamil anggur yaitu rahim yang tampak lebih besar dari usia kandungan pada umumnya, tidak adanya gerakan janin, dan munculnya bercak darah saat hamil muda dalam volume cukup banyak yang disertai gelembung cairan seperti buah anggur. Penyebab terjadinya hamil anggur antara lain karena tidak adanya buah kehamilan, kelainan kromosom seksual, dan tejadinya perubahan sistem aliran darah ke janin pada minggu-minggu awal terjadinya kehamilan. Pada hamil anggur ini biasanya akan dilakukan tindakan medis berupa pembersihan jaringan mola di dalam rahim melalui kuret.

  1. Kelainan plasenta

Plasenta atau yang disebut sebagai ari-ari mempunyai peranan penting dalam mendistribusikan nutrisi dari ibu kepada janin melalui tali pusat. Pada suatu kondisi kehamilan, plasenta dapat mengalami kelainan yang diakibatkan oleh berbagai faktor, antara lain adanya kelainan pada rahim, riwayat operasi pada rahim, usia ibu hamil lebih dari 35 tahun, kelahiran kembar, serta konsumsi rokok dan alkohol. Kelainan yang sering terjadi pada plasenta yaitu plasenta previa (plasenta terletak di rahim bagian bawah) dan abrupsio plasenta (plasenta terlepas dari dinding rahim). Gejala yang timbul dari kelainan plasenta ini yaitu keluar darah saat hamil muda dalam jumlah yang banyak disertai dengan nyeri serta kram atau kejang pada perut.

  1. Blighted Ovum (BO)

Blighted Ovum adalah suatu kelainan kehamilan di mana terjadi kegagalan perkembangan sel telur yang telah dibuahi namun kantung kehamilan tetap berkembang seperti kehamilan pada umumnya. Sehingga pada awal kehamilan tanda-tandanya hampir sama dengan kehamilan normal. Gejalanya biasanya mulai terlihat pada usia kehamilan sekitar minggu ke-6, yang mana ditandai dengan keluar flek saat hamil dalam volume cukup banyak disertai kram pada perut. Penyebab blighted ovum belum diketahui secara pasti, tetapi diduga akibat karena adanya kelainan kromosom, kondisi sel telur atau sperma yang kurang baik, maupun akibat kelainan genetik.

Ibu hamil sebaiknya selalu memperhatikan kondisi yang berkembang pada dirinya, amati setiap perubahan yang terjadi termasuk adanya bercak darah saat hamil muda. Dengan informasi di atas diharapkan ibu hamil dapat mengidentifikasi apakah bercak darah/flek yang terjadi merupakan hal yang normal atau berbahaya. Jika terdapat adanya gejala yang mengarah kepada kondisi abnormal atau situasi bahaya, maka segera periksa ke dokter kandungan atau fasilitas layanan kesehatan terdekat agar segera mendapatkan pertolongan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *