invisible hit counter

Follow US

Mengenali Ciri-Ciri Gejala Tipes dan Tindakan Pencegahannya

Mengenali Ciri-Ciri Gejala Tipes dan Tindakan PencegahannyaMengenali ciri-ciri gejala tipes sangat penting diketahui agar dapat ditangani sejak dini untuk menghindari komplikasi yang lebih berbahaya. Penyakit tipes atau dalam bahasa medis disebut demam typhoid adalah radang pada usus halus yang diakibatkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Penyakit ini termasuk jenis penyakit menular dan merupakan penyakit yang angka kejadiannya masih tinggi di Indonesia. Cara penularan penyakit tipes yaitu melalui makanan, minuman, dan air yang terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi yang berasal dari feses penderita tipes. Kontaminasi kuman dari feses tersebut dapat terjadi secara langsung akibat kebersihan personal yang kurang maupun secara tak langsung akibat dihantarkan oleh lalat.

Risiko tinggi penularan tipes biasanya terjadi jika jajan makanan/minuman di tempat yang tidak higienis sehingga banyak dihinggapi lalat, makan makanan/minuman yang tidak dimasak secara sempurna, aktifitas MCK (Mandi Cuci Kakus) yang masih dilakukan di sungai, serta kurangnya menjaga kebersihan diri, bahan makanan, alat makan, dan lingkungan. Penyakit tipes jika masih tahap awal sebenarnya bukan merupakan penyakit berbahaya dan mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi dalam pengobatannya. Tetapi jika telah mengalami komplikasi seperti perdarahan usus, perforasi (kebocoran) usus, infeksi pada hati, dan terjadi penurunan kesadaran, maka penyakit tipes ini berpotensi untuk mengancam nyawa seseorang.

Beberapa Ciri-Ciri Gejala Tipes yang Harus Anda Waspadai

Menderita penyakit tipes pastilah sangat mengganggu, karena Anda biasanya harus beristirahat selama beberapa hari bahkan minggu. Oleh karena itu sebelum bertambah parah, maka sebaiknya Anda mengenali ciri-ciri gejala tipes seperti berikut ini:

  1. Badan panas atau demam

Ciri-ciri gejala tipes yang paling umum yaitu penderita mengalami panas atau demam, dengan suhu tubuh lebih dari 38°C. Hal ini dikarenakan respon dari tubuh akibat terjadi peradangan pada usus halus oleh bakteri Salmonella Typhi. Panas pada penyakit tipes biasanya berlangsung beberapa hari dan dapat terjadi naik turun. Panas tinggi sering terjadi pada malam hari. Jika terjadi panas tinggi suhu penderita dapat mencapai suhu 40°C sehingga sampai sering mengigau.

  1. Sakit kepala/pusing

Penderita penyakit tipes biasanya juga sering mengalami sakit kepala. Proses infeksi biasanya juga mempengaruhi sistem syaraf menuju otak yang sering menimbulkan respon berupa pusing. Rasa pusing ini biasanya yang menyebabkan penderita harus beristirahat dari aktifitas rutinnya dan butuh berbaring di tempat tidur. Pusing dan demam biasanya merupakan pertanda datangnya tipes pada fase awal atau dapat dikatakan sebagai gejala tipes ringan.

  1. Lidah kotor/berwarna putih

Lidah kotor/berwarna putih juga merupakan ciri-ciri gejala tipes yang sangat khas. Anda dapat melihatnya di cermin dengan menjulurkan lidah. Pada orang yang sehat maka seluruh bagian lidah akan berwarna merah segar. Tetapi pada penderita tipes lidah akan terlihat kotor atau berwarna putih pada bagian tengahnya, sedangkan pada pinggirnya tetap berwarna merah. Lidah biasanya juga terasa agak tebal, dan ketika dijulurkan terasa tremor atau gemetar.

  1. Sakit perut

Ciri-ciri gejala tipes berikutnya yaitu sakit perut. Hal ini dikarenakan pada penyakit tipes yang diserang adalah pada usus halus. Rasa sakit biasanya dirasakan pada perut bagian kiri. Rasa sakit pada perut ini biasanya juga dapat disertai dengan gejala mual dan muntah.

  1. Terjadi perubahan pola BAB

Pada penderita penyakit tipes biasanya juga terjadi perubahan pola BAB. Artinya dari pola BAB yang semula normal dapat berubah menjadi diare atau dapat pula terjadi yang sebaliknya yaitu terjadi sembelit/konstipasi. Hal ini terjadi karena usus halus yang mengalami peradangan oleh bakteri Salmonella Typhi akan mengganggu proses pencernaan sehingga menimbulkan manifestasi klinis berupa diare atau konstipasi (respon tubuh penderita). Keadaan ini tentunya sangat mengganggu. Terlebih lagi jika terjadi diare secara terus-menerus yang dapat menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu penderita harus banyak minum untuk menghindari potensi kehilangan cairan yang dapat membahayakan jiwa penderitanya.

  1. Denyut nadi lemah

Bakteri Salmonella Typhi yang bersifat toksin ikut mempengaruhi kinerja jantung. Sehingga pada penderita penyakit tipes biasanya akan terjadi respon denyut jantung yang melambat. Denyut jantung yang melambat ini otomatis juga menyebabkan denyut nadi juga melambat dan terasa lebih lemah dari biasanya. Untuk mengecek denyut nadi, Anda dapat merabanya pada pergelangan tangan yang searah dengan jari jempol. Kondisi ini dapat mengakibatkan penderita penyakit tipes mengalami hipotensi (tekanan darah rendah) maupun anemia (kurang darah/kekurangan sel darah merah).

  1. Badan lemas

Badan lemas juga merupakan ciri-ciri gejala tipes yang sering dirasakan oleh penderitanya. Jika terserang tipes biasanya tubuh penderita terasa tidak nyaman (pegal/nyeri otot) disertai badan yang lemah, letih, dan lesu. Hal ini mengakibatkan penderitanya susah beraktifitas seperti biasanya dan membutuhkan istirahat di tempat tidur.

  1. Tidak nafsu makan

Penyakit yang ditimbulkan karena infeksi, umumnya menimbulkan gejala tidak nafsu makan, begitu juga pada tipes. Apalagi pada penyakit tipes yang diserang adalah salah satu organ pencernaan yaitu usus halus. Maka rasa tidak nyaman pada perut akan menyebabkan penderitanya semakin tidak nafsu makan. Proses infeksi biasanya juga menyebabkan lidah terasa pahit sehingga makanan atau minuman yang di masukkan ke mulut juga terasa pahit yang menyebabkan penderita tidak selera makan. Kondisi ini akan berbahaya terutama jika disertai diare terus-menerus dan juga muntah. Pada kasus seperti ini penderita harus segera di bawa ke dokter atau fasilitas layanan kesehatan untuk segera mendapatkan pertolongan.

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Tipes

Jika mengalami tanda-tanda gejala tipes seperti di atas, maka sebaiknya Anda segera periksa ke dokter. Untuk memastikan bahwa Anda terserang tipes maka biasanya dokter akan merekomendasikan tes laboratorium untuk mendeteksi kuman Salmonella Typhi (pada umumnya menggunakan widal test atau tes antibodi IgM/IgG) serta pemeriksaan darah lengkap. Jika sudah dipastikan menderita tipes, maka dokter akan memberikan obat berupa antibiotik dan obat lain untuk mengatasi simptom/gejala yang ditimbulkan. Jika diperlukan, dokter biasanya juga merekomendasikan untuk dilakukan rawat inap untuk memperbaiki kondisi pasien dan memudahkan pemeriksaan yang intensif.

Jika seseorang telah menderita tipes biasanya dapat berpotensi kambuh, terutama ketika ketahanan tubuhnya sedang menurun. Agar terhindar dari penyakit tipes, Anda dapat melakukan pencegahan antara lain dengan cara tidak membeli makanan dan minuman di sembarang tempat, pilihlah tempat yang memproses dan menyajikan makanan/minuman yang dijualnya secara higienis. Kemudian selalu gunakan air bersih untuk air minum, mandi, maupun mencuci pakaian. Jangan melakukan aktifitas BAB di sungai maupun di tempat terbuka, selalu gunakan jamban yang sesuai dengan standar kesehatan. Selalu cuci tangan sebelum makan, jaga kebersihan peralatan makan, dan pastikan bahwa makanan yang Anda makan telah dicuci sebelumnya dan dimasak secara sempurna.

Pencegahan penyakit tipes juga dapat dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi anti typhoid. Vaksinasi ini biasanya akan memberikan kekebalan kepada tubuh seseorang selama 3 tahun. Dengan mengetahui informasi mengenai ciri-ciri gejala tipes, pengobatan, serta cara pencegahannya yang telah dipaparkan di atas, diharapkan Anda akan lebih waspada terhadap penyakit ini dan menumbuhkan kesadaran untuk selalu menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit, khususnya tipes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *