invisible hit counter

Follow US

Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah yang Perlu Anda Waspadai

Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah yang Perlu Anda WaspadaiCiri-ciri penyakit paru-paru basah perlu Anda ketahui sejak dini agar dapat dilakukan langkah penanggulangan secara cepat. Penyakit paru-paru basah atau dalam istilah medis disebut sebagai pnemonia, merupakan penyakit radang/infeksi pada salah satu atau kedua paru-paru pada bagian kantung udara (alveolus), di mana pada kantung udara tersebut terisi dengan cairan ataupun nanah. Penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak ditanggulangi secara benar dan cepat. Paru-paru basah sering menyerang bayi dan anak-anak, lansia, dan orang yang ketahanan tubuhnya sedang menurun. Penyakit ini dapat berupa infeksi primer (utama) maupun sebagai infeksi sekunder yang menyertai terjadinya penyakit lainnya.

Paru-paru basah disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit. Penyebab yang paling sering adalah karena bakteri. Bakteri utama penyebab penyakit ini yaitu bakteri streptoccus pnemoniae. Infeksi virus yang dapat menyebabkan paru-paru basah antara lain virus influenza dan corona virus. Jadi bagi Anda yang sedang menderita flu harus berhati-hati karena penjalaran dari virus penyebab flu juga dapat menimbulkan penyakit paru-paru basah. Anda pasti sudah pernah mendengar istilah penyakit SARS dan MERS-CoV yang populer beberapa waktu lalu. Paru-paru basah juga dapat timbul karena infeksi coronavirus penyebab kedua penyakit mematikan itu.

Penyakit paru-paru basah pada umumnya menular. Tetapi pada beberapa kasus ada juga yang tidak menular yaitu pada pnemonia yang diakibatkan karena komplikasi penyakit kanker, karena iritasi fisik dan kimia, termasuk karena rokok, alkohol, dan obat-obatan tertentu. Penyakit paru-paru basah selama ini diasumsikan masyarakat terjadi karena sering tidur dilantai, padahal belum ada penelitian ilmiah yang mendukung hal itu. Penyakit ini diderita seseorang biasanya karena tertular dari orang lain, memiliki ketahanan tubuh yang lemah, infeksi sekunder dari penyakit lain, dan komplikasi dari suatu penyakit. Selain itu dapat juga disebabkan karena terjadi infeksi akibat menjalani perawatan di rumah sakit (nosokomial), paparan obat insektisida, serta akibat konsumsi rokok dan alkohol.

Mengenali Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah

Penanganan secara dini penyakit paru-paru basah sangat diperlukan agar kondisi penyakit tidak bertambah parah. Sehingga Anda perlu waspada jika diri Anda maupun orang di sekitar Anda mengalami ciri-ciri penyakit paru-paru basah seperti berikut ini:

  1. Batuk Berdahak

Batuk yang tak kunjung reda merupakan ciri-ciri penyakit paru-paru basah yang lazim ditemui. Biasanya batuk tersebut sulit sembuh walaupun diobati dengan obat batuk yang dijual di pasaran. Batuk biasanya juga disertai dengan sputum/dahak. Dahak mempunyai tekstur kental dan lengket. Bahkan jika sudah parah dahak berwarna kehijauan.

  1. Sesak Nafas

Ciri-ciri penyakit paru-paru basah yang berikutnya yaitu sesak nafas. Adanya sesak nafas ini diakibatkan karena terdapatnya cairan maupun nanah di dalam alveolus yang menghambat proses respirasi. Pada pemeriksaan menggunakan stetoskop biasanya di paru-paru terdengar suara tambahan berupa ronchi (nada rendah dan kasar).

  1. Kebiruan/Sianosis

Pada penyakit paru-paru basah, terjadi gangguan respirasi di dalam paru sehingga distribusi oksigen ke jaringan pun menjadi terhambat. Distribusi yang terhambat ini mengakibatkan beberapa jaringan tubuh kekurangan pasokan oksigen. Bagian tubuh yang paling jelas manifestasinya akibat kekurangan oksigen ini yaitu pada daerah bibir dan jari-jari baik tangan maupun kaki dikarenakan pembuluh darah yang terdapat di dalamnya berupa pembuluh darah perifer yang sangat kecil. Ciri yang ditunjukkan yaitu terjadinya sianosis/kebiruan pada bibir maupun jari-jari tersebut.

  1. Mudah Lelah

Pada sebagian besar orang mungkin gejala ini dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Namun gejala mudah lelah ini juga merupakan salah satu ciri-ciri penyakit paru-paru basah. Pernafasan yang terganggu serta oksigenasi yang terhambat merupakan faktor yang menyebabkan penderita paru-paru basah menjadi cepat lelah.

  1. Demam

Demam merupakan ciri-ciri penyakit paru-paru basah yang timbul dikarenakan reaksi dari tubuh akibat terjadinya proses peradangan dalam paru-paru, baik oleh bakteri, virus, parasit, maupun jamur penyebab pneumonia. Demam biasanya ditunjukkan dengan suhu tinggi pada penderita lebih dari 38°C. Demam ini juga dapat disertai dengan menggigil.

  1. Nyeri Dada

Mungkin tidak semua penderita paru-paru basah mengalami gejala nyeri dada. Namun jika penyakitnya sudah cukup parah di mana bagian luar pleura telah ikut terinfeksi, maka nyeri dada pun akan sering terasa. Nyeri dada dirasakan seperti ditusuk-tusuk, yang biasanya diikuti dengan nafas yang cepat dan dangkal.

  1. Hasil Laboratorium

Ciri-ciri penyakit paru-paru basah agar lebih valid maka biasanya akan diperiksa secara laboratorium atas rekomendasi dari dokter. Pemeriksaan yang lazim digunakan sebagai metode diagnostik yaitu dengan foto rontgen dan pemeriksaan dahak. Pada pemeriksaan foto rontgen terlihat adanya bayangan yang menyelimuti alveolus yang menunjukkan adanya penumpukan cairan. Pada pemeriksaan sputum diagnosa pnemonia/paru-paru basah akan ditegakkan jika ditemukan mikroorganisme penyebabnya, seperti bakteri streptococcus pneumoniae, mycoplasma pneumoniae, coronavirus, virus influenza, jamur histoplasma capsulatum, parasit taxoplasma gondii, dan sebagainya.

Persamaan dan Perbedaannya Dengan Ciri-Ciri Penyakit TBC

Secara sekilas penyakit paru-paru basah hampir sama dengan ciri-ciri penyakit TBC. Penyakit TBC yang dikenal di masyarakat dengan istilah penyakit flek paru-paru ini, juga merupakan penyakit menular berbahaya yang menimbulkan angka kematian tinggi baik di Indonesia maupun di dunia. Sehingga penyakit TBC saat ini menjadi salah satu penyakit utama yang diperangi dan menjadi program penanggulangan wajib bagi negara-negara dunia yang tergabung dalam naungan WHO (World Health Organization). Penyakit ini mempunyai banyak kesamaan gejala dengan penyakit paru-paru basah, seperti batuk, sesak nafas, demam, mudah lelah, sianosis, dan nyeri dada.

Walaupun hampir sama, namun ada beberapa ciri-ciri penyakit flek paru-paru atau TBC ini yang membedakan dengan penyakit paru-paru basah. Perbedaan tersebut antara lain bahwa pada penyakit TBC, batuk terjadi lebih intens dan berkepanjangan yaitu lebih dari 3 minggu, dan dapat terjadi hemaptoe (batuk darah). Selain itu pada penyakit TBC, penderitanya sering mengalami berkeringat di malam hari. Penderita TBC pada umumnya mengalami penurunan nafsu makan yang drastis dan terjadi penurunan berat badan yang sangat signifikan.

Pada pemeriksaan secara radiologis/foto rontgen, penyakit paru-paru basah terdapat bercak-bercak pada area paru-paru di seluruh lobus baik unilateral maupun bilateral. Sedangkan pada TBC, bercak-bercak biasanya terlihat di bagian atas atau segmen apical lobus bawah. Dan perbedaan yang paling pasti adalah terletak pada biang penyebabnya. Melalui pemeriksaan dahak, dapat diidentifikasi kuman yang menyebabkan seseorang menderita suatu penyakit. Pada penyakit paru-paru basah dapat disebabkan oleh banyak kuman penyebab dari golongan bakteri, virus, jamur, maupun parasit (paling banyak oleh bakteri streptoccocus pnemoniae) . Tetapi pada TBC hanya disebabkan oleh satu agen penyakit yaitu bakteri mycobacterium tuberculosis.

Selain terdapat perbedaan antara ciri-ciri penyakit paru-paru basah dengan penyakit TBC, terdapat pula perbedaan dari sisi pengobatannya. Baik paru-paru basah maupun TBC, masing-masing harus mendapatkan bantuan medis untuk dilakukan perawatan dan penanggulangan secepatnya. Jika mengalami gangguan pernafasan biasanya penderita akan diberikan oksigen sesuai advise dari dokter. Pengobatan ditujukan untuk mengatasi simptom (gejala) serta membasmi kuman penyebab utamanya. Pada Penyakit TBC memerlukan proses pengobatan yang lebih lama dibandingkan dengan paru-paru basah. Obat TBC terdiri dari kombinasi berbagai antibiotik yang diresepkan oleh dokter dan pasien harus menjalani pengobatan selama 6-9 bulan tanpa terputus. Jika sampai terputus, maka pengobatan dinyatakan gagal/dropout dan harus diulangi dari awal lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *