invisible hit counter

Follow US

Ciri-Ciri Penyakit AIDS yang Wajib Anda Ketahui dan Waspadai

Ciri-Ciri Penyakit AIDS yang Wajib Anda Ketahui dan WaspadaiPenyakit AIDS merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan, sehingga penting diketahui tentang bagaimana ciri-ciri penyakit AIDS tersebut. Penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala/sindrom yang disebabkan karena kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia akibat virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV dan AIDS adalah dua hal yang saling berkaitan, sehingga penyebutan penyakit ini sering digabungkan menjadi HIV/AIDS. Jadi HIV adalah virus penyebab Ads, dan lazim digunakan untuk menyebut seseorang yang telah tertular/menderita virus HIV tetapi belum menunjukkan gejala. Seiring berjalannya waktu, HIV akan semakin berkembang dan menunjukkan sekumpulan gejala sehingga dinamakan penyakit AIDS.

Proses perkembangan dari status HIV menuju AIDS bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain, tetapi pada umumnya sekitar 5 – 10 tahun. Penyakit AIDS sampai saat ini masih merupakan momok yang ditakuti di seluruh dunia karena belum ditemukannya obat yang benar-benar dapat membunuh virus penyebab penyakit ini dan penyebarannya yang semakin mengkhawatirkan. Sejauh ini, obat yang digunakan yaitu ARV (Anti Retro Virus), berfungsi untuk menekan perkembangan virus dan meminimalkan rantai penularan. Virus HIV penyebab AIDS dapat ditularkan melalui hubungan seksual, tranfusi darah, penggunaan jarum suntik bersama pada pemakai narkoba, dan penularan dari ibu penderita HIV kepada bayinya.

Beberapa Ciri-Ciri Penyakit AIDS yang Umum Terjadi

Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yaitu pada sel darah putih (limfosit T) khususnya pada bagian sel CD4. Seseorang yang telah terinfeksi virus HIV, suatu saat dapat berkembang menjadi AIDS. Namun orang yang menderita HIV tidak selalu menjadi AIDS, tergantung dari tingkat kekebalan/imunitas masing-masing. Tetapi memang dari kasus yang sering terjadi selama ini, bahwa HIV sebagian besar akan meningkat statusnya menjadi AIDS. Berbagai ciri-ciri penyakit AIDS yang dapat dikenali pada penderitanya adalah sebagai berikut:

  1. Penurunan berat badan secara drastis

Penurunan berat badan yang terjadi secara drastis merupakan ciri-ciri penyakit AIDS yang mudah dilihat pada penampilan fisiknya. Pada penderita AIDS terjadi gangguan dalam penyerapan energi dan protein sehingga mengakibatkan penderitanya mengalami malnutrisi. Penurunan berat badan mencapai 10% atau lebih dan dapat terus menurun seiring bertambah parahnya perjalanan penyakit.

  1. Demam

Demam diakibatkan karena masuknya virus HIV yang telah berkembang menjadi AIDS menyebabkan imunitas seseorang menurun sehingga menimbulkan berbagai infeksi oportunistik (penyerta/ikutan) yang diakibatkan oleh berbagai organisme baik berupa virus, bakteri, jamur, maupun parasit. Masuknya berbagai mikroorganisme ini dapat menimbulkan reaksi pada tubuh berupa demam (suhu lebih dari 38°C). Gejala demam ini juga sering diikuti dengan berkeringat di malam hari.

  1. Kelelahan dan nyeri sendi

Kelelahan dan nyeri sendi juga merupakan ciri-ciri penyakit AIDS yang diakibatkan karena penderita mengalami malnutrisi dan mudahnya menderita berbagai penyakit baik ringan maupun berat. Sistem kekebalan tubuh yang bekerja secara lebih ekstra menyebabkan badan mudah capek dan badan terasa pegal-pegal serta menderita nyeri sendi. Kekurangan energi dalam tubuh mengakibatkan penderitanya sering lemah, letih, dan lesu walaupun tidak sedang mengerjakan aktfitas yang berat.

  1. Gangguan pada sistem pencernaan

Ciri-ciri penyakit AIDS berikutnya yaitu adanya gangguan pada sistem pencernaan. Sistem kekebalan tubuh yang terganggu menyebabkan kuman mudah sekali masuk dan menyerang tubuh. Penderita AIDS sering menderita penyakit jamur pada rongga mulut (sariawan) dan kerongkongan yang menyebabkannya susah menelan sehingga nafsu makan menurun. Bakteri juga mudah masuk pada sistem pencernaan bagian dalam yang menyebabkan terjadinya diare yang susah sembuh (kronis), serta mengakibatkan mual muntah. Keadaan inilah yang dapat menyebabkan penderita AIDS menjadi kurus kering dan mengalami dehidrasi. Penderita juga mudah mengalami infeksi pada lambung, hati, usus halus, usus dua belas jari, serta usus besar.

  1. Gangguan pada sistem pernafasan

Gangguan sistem pernafasan juga merupakan ciri-ciri penyakit AIDS yang biasanya ditandai dengan batuk yang terjadi berkepanjangan dan dapat disertai dengan sesak nafas. Penyakit pernafasan yang sering diderita oleh pengidap penyakit AIDS antara lain yaitu Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), pneumonia pneumocytis (penyakit pneumonia yang diakibatkan oleh jamur), dan TBC. Bahkan untuk penyakit TBC, karena seringnya penderita AIDS juga menderita TBC maka setiap penderita TBC dianjurkan untuk periksa HIV/AIDS sebagai langkah antisipasi. Pada penyakit AIDS, TBC tidak hanya di paru-paru, tetapi dapat terjadi pada kelenjar getah bening, saluran pencernaan, saluran kemih, hati, tulang, sunsum tulang, maupun otak.

  1. Gangguan pada sistem syaraf

Ciri-ciri penyakit AIDS sering ditunjukkan dengan adanya gangguan pada sistem syaraf berupa terjadinya infeksi pada otak. Penyakit infeksi pada otak yang sering dialami oleh penderita AIDS antara lain yaitu toksoplasmosis, meningitis kriptokokal, dan leukoensefalopati multifokal progresif. Toksoplasmosis adalah radang pada otak yang disebabkan oleh parasit jenis toxoplasma gondii. Meningitis kriptokokal yaitu radang pada selaput otak dan sunsum tulang belakang yang disebabkan oleh jamur cryptococcus neoformans. Sedangkan leukoensefalopati multifokal progresif merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus JC di mana menyerang selubung syaraf (mielin) sehingga berdampak pada terganggunya penghantaran impuls syaraf.

Adanya gangguan pada sistem syaraf penderita AIDS ini ditandai dengan sering sakit kepala, ingatan menurun, dan susah berkonsentrasi. Karena terjadinya gangguan pada syaraf pusat, penderita juga mengalami respon anggota gerak yang lambat dan sering mengalami kebingungan. Penderita juga sering mengalami kesemutan terutama pada tangan dan kaki, refleks tendon yang menurun, serta mengalami impotensi. Selain itu pengidap AIDS juga dapat menderita sindrom dimensia kompleks, yaitu penurunan metabolisme otak yang menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan mental.

  1. Gangguan pada jaringan kulit

Gangguan pada jaringan kulit merupakan ciri-ciri penyakit AIDS yang seringkali ditandai dengan adanya ruam-ruam seperti bisul kecil yan gatal dan berwarna merah muda. Penyakit pada kulit yang sering menyerang penderita AIDS yaitu cacar air, cacar api, herpes, infeksi pada jaringan rambut, dan keretakan pada lapisan kulit bagian luar. Kuku juga dapat berubah menjadi lebih melengkung dengan disertai penebalan. Karena infeksi jamur, warna kuku mengalami perubahan warna menjadi kebiruan atau kehitaman.

  1. Gangguan pada saluran kencing dan reproduksi

Ciri-ciri penyakit AIDS dapat ditandai dengan adanya gangguan pada saluran kecing dan organ reproduksi. Gangguan tersebut antara lain terjadinya Infeksi Saluran Kencing (ISK), penyakit jamur dan herpes pada alat kelamin, penyakit sifilis (raja singa), haid yang abnormal pada wanita, dan peradangan pada rongga tulang pelvis/panggul (pelvic inflammatory disease).

  1. Mudah terserang kanker

Lemahnya sistem kekebalan tubuh menyebabkan penderita AIDS mudah terserang berbagai jenis kanker. Kanker yang sering dijumpai pada penderita AIDS antara lain sarkoma kaposi (keganasan virus herpes), kanker kelenjar getah bening (limfoma), kanker leher rahim, kanker payudara, kanker usus besar, kanker rectum, dan kanker anus. Berbagai jenis kanker tersebut di atas dapat menjadi penyebab utama terjadinya kematian pada penderita penyakit AIDS.

Setelah mengetahui ciri-ciri atau gejala penyakit AIDS yang telah dipaparkan di atas, maka diharapkan Anda akan lebih waspada terhadapnya serangan virus HIV/AIDS. Karena pengobatannya masih sulit, maka langkah pencegahan adalah cara yang efektif untuk menangkal penyakit AIDS. Langkah tersebut yaitu dengan menghindari perilaku seks berisiko (setia pada pasangan), menjauhi narkoba, melakukan tes/skrining HIV untuk calon pengantin dan ibu hamil muda, dan jika melakukan tranfusi darah pastikan bahwa darah yang diterima bebas dari virus HIV dengan alat tranfusi yang baru (steril).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *