invisible hit counter

Follow US

Ciri-Ciri Leukemia yang Harus Anda Waspadai Sejak Dini

Ciri-Ciri Leukemia yang Harus Anda Waspadai Sejak DiniLeukemia merupakan jenis kanker yang sangat berbahaya dengan tingkat kematian yang tinggi, sehingga penting diketahui sedini mungkin bagaimana ciri-ciri leukemia agar dapat segera ditanggulangi. Leukemia atau yang terkenal dengan sebutan kanker darah yaitu peningkatan sel darah putih (leukosit) secara liar dalam darah maupun di sunsum tulang. Jumlah sel darah putih liar/abnormal yang meningkat tersebut akan menggantikan sel darah yang normal sehingga otomatis mengganggu fungsi sel darah putih secara umum. Padahal sel darah putih merupakan unsur utama dalam pertahanan tubuh manusia untuk menangkal berbagai serangan penyakit. Sehingga bisa dibayangkan jika sel ini tertanggu, maka manusia akan mudah sekali terserang berbagai penyakit.

Leukemia dapat berlangsung akut dan kronis. Pada leukemia akut, proses perjalanan penyakitnya berlangsung secara cepat dengan penurunan kondisi pasien secara progresif dan menimbulkan angka kematian yang tinggi. Sedangkan pada leukemia kronis, proses perjalanan penyakitnya lebih lambat sehingga memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan leukemia akut. Penyebab utama leukemia belum diketahui secara pasti. Namun berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya leukimia berdasarkan penelitian antara lain karena faktor genetik, radiasi (sinar X, radio terapi, radiasi nuklir), paparan zat-zat kimia tertentu dari lingkungan seperti benzena dan insektisida, dan efek kemoterapi.

Beberapa Ciri-Ciri Leukemia yang Dapat Anda Ketahui

Setiap penyakit kanker termasuk kanker darah atau leukemia ini, penemuan kasus secara dini adalah kunci dari keberhasilan penanganan. Semakin cepat ditangani medis, hasilnya akan semakin bagus. Sebab jika masih dalam stadium awal, angka harapan hidup penyakit ini masih cukup besar. Tetapi jika sudah stadium lanjut/akhir, maka peluang hidupnya jauh lebih kecil. Anda harus waspada jika menemukan gejala atau ciri-ciri leukemia seperti berikut ini:

1. Pembengkakan kelenjar getah bening

Gangguan pada sel darah putih secara otomatis akan mempengaruhi kinerja kelenjar getah bening untuk melakukan mekanisme pertahanan alami berupa pembengkakan jaringan. Pembengkakan kelenjar getah bening atau limpa ini merupakan ciri-ciri leukemia yang biasanya terjadi pembesaran pada area leher, sekitar tulang selangka/rusuk, dan lipatan paha. Ukuran kelenjar getah bening hanya seukuran kacang polong, jika diraba atau bahkan terlihat secara mata telanjang mengalami pembesaran maka Anda harus curiga adanya suatu penyebab yang salah satunya mengarah ke leukimia.

2. Ruam pada kulit dan perdarahan

Ruam dan perdarahan adalah ciri-ciri leukemia yang cukup khas. Sebab ketika sel darah putih terganggu maka fungsi sel pembekuan darah pun juga ikut terganggu. Perdarahan dapat terjadi secara internal di dalam tubuh yang ditandai dengan adanya bintik-bintik merah atau ungu pada jaringan kulit seperti pada penderita demam berdarah. Perdarahan juga dapat ditunjukkan dengan keluarnya darah melalui hidung (mimisan), atau pun muntah, batuk, BAB, dan urine. Terganggunya proses pembekuan darah juga ditunjukkan dengan susahnya penutupan jaringan ketika terjadi luka, perdarahan yang susah berhenti, serta lebam/memar pada jaringan kulit karena perdarahan internal akibat terbentur suatu benda.

3. Mudah terserang penyakit infeksi maupun alergi

Sel darah putih memiliki fungsi utama sebagai pembentuk kekebalan dan pertahanan tubuh dari berbagai serangan penyakit. Sehingga ciri-ciri leukemia yang sering ditemukan pada banyak kasus adalah lemahnya daya tahan penderitanya terhadap serangan berbagai penyakit infeksi, baik oleh virus, bakteri, jamur, maupun parasit. Jadi jika seseorang menderita leukimia biasanya mereka akan mudah terserang penyakit dan lama dalam proses penyembuhannya. Hal yang sering dialami diantaranya sakit flu, batuk, datau diare yang tak kunjung sembuh walaupun sedah diobati dengan berbagai macam obat. Penderita leukemia juga lebih rentan menderita alergi, baik karena makanan, suhu, atau karena zat-zat tertentu.

4. Anemia

Ciri-ciri leukemia berikutnya yaitu terjadinya anemia/kurang darah. Terganggunya sel darah putih dalam darah juga ikut menurunkan fungsi sel darah merah untuk memproduksi zat besi atau haemoglobin. Penderita biasanya terlihat pucat dan lemah. Keadaan ini juga mengakibatkan penderita leukemia menjadi mudah pusing dan bisa menyebabkan pingsan. Penderita juga susah dalam berkonsentrasi dan sering mengalami kebingungan.

5. Kelelahan dan penurunan berat badan

Leukemia biasanya juga akan menyebabkan penderita merasa sering lelah padahal tidak sedang melakukan aktifitas yang berat. Bahkan kelelahan juga dapat dirasakan dalam keadaan diam tanpa melakukan aktifitas apapun. Ciri-ciri leukemia ini terjadi akibat adanya sel kanker yang mempengaruhi metabolisme tubuh dan kinerja/fungsi berbagai organ tubuh. Selain kelelahan, biasanya penderita akan mengalami penurunan nafsu makan dan terjadi penurunan berat badan secara signifikan.

6. Kontrol otot menurun

Peningkatan sel darah putih secara abnormal juga dapat mempengaruhi sistem syaraf yang mengatur gerakan otot dan keseimbangan tubuh. Sehingga kondisi ini ditunjukkan dengan ciri-ciri leukemia di mana penderita mengalami kesulitan dalam mengontrol kinerja otot dan keseimbangan tubuhnya. Gejala yang muncul antara lain gerakan refleks otot yang menurun, mudah jatuh, dan sering mengalami ketegangan otot/kram.

7. Nyeri perut dan persendian

Sel-sel darah putih yang mengganas dapat terkumpul diberbagai jaringan tubuh seperti di organ pencernaan maupun di sunsum tulang. Sehingga keadaan ini dapat menimbulkan ciri-ciri leukemia berupa nyeri perut dan pegal-pegal pada seluruh persendian tubuh. Penderita biasanya merasakan badannya sakit semua dan mudah sekali staminanya drop.

8. Sesak nafas

Akibat keganasan sel kanker pada darah putih juga berpengaruh pada menurunnya suplai oksigen di paru-paru dan seluruh jaringan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya sesak nafas atau terjadinya batuk yang berlangsung lama dan tak kunjung sembuh. Sesak nafas ini juga dapat diikuti dengan gejala berupa nyeri dada dan denyut nadi yang lemah.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala penyakit leukemia seperti yang telah dipaparkan di atas, maka sebaiknya periksa ke dokter secepatnya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Diagnosis leukimia ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium, terutama pada pemeriksaan sel darah putih yang jauh melebihi angka normal. Untuk pengobatan leukemia secara medis, biasanya dokter akan melakukan terapi untuk membunuh sel-sel kanker seperti melalui kemoterapi atau radioterapi. Pada beberapa kasus, juga terdapat metode pencangkokan sunsum tulang belakang untuk menyembuhkan leukemia. Pada berbagai penelitian juga dikembangkan obat yang berasal dari bahan alami seperti daun tapak dara dan tanaman sarang semut.

Untuk mencegah penyakit leukemia, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat untuk menurunkan faktor risiko pencetusnya. Diantaranya yaitu dengan menghindari paparan zat-zat kimia berbahaya (khususnya insektisida), menghindari makanan yang mengandung zat karsinogenik (seperti pada makanan yang diawetkan atau mengandung pewarna dan pemanis buatan), bagi petugas radiologi harus selalu memakai pelindung ketika bekerja dengan sinar X, hindari rokok untuk menghindari pertumbuhan sel-sel jahat. Untuk pertahanan tubuh yang baik dan menjaga sel-sel darah agar berfungsi secara normal, perbanyaklah konsumsi buah, sayur-sayuran, dan minum air putih yang cukup. Lakukan olahraga secara rutin untuk melancarkan peredaran darah dan metabolisme tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *