invisible hit counter

Follow US

Cara Menentukan Masa Subur Wanita setelah Menstruasi

Cara menentukan masa subur wanita setelah menstruasi penting diketahui terutama bagi para pasangan yang ingin segera mendapatkan momongan. Anak merupakan dambaan bagi setiap pasangan, namun belum tentu setiap orang yang telah menikah langsung bisa mendapatkannya. Bagi Anda para pasangan yang telah lama menikah namun belum dikaruniai anak, pengetahuan ini sangat penting agar Anda dapat menentukan kapan waktu terbaik untuk berhubungan suami istri sehingga memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan keturunan. Bagi para pengantin baru yang ingin istrinya cepat hamil, maka perlu mengetahui kapan masa subur pada wanita sehingga akan mudah terjadi pembuahan.

Berbagai Metode untuk Mengetahui Masa Subur Wanita setelah Menstruasi

Masa subur pada wanita adalah suatu masa di mana terjadi proses ovulasi, yaitu terlepasnya sel telur wanita dari indung telur dan telah siap untuk dibuahi oleh sel sperma. Pada masa inilah yang merupakan periode emas bagi pasangan untuk berhubungan intim agar sang istri cepat hamil. Memang masa subur ini bukan satu-satunya faktor yang dapat menentukan kehamilan, namun jika kondisi lainnya mendukung maka proses pembuahan akan cepat terjadi. Kondisi yang mendukung tersebut antara lain saluran telur yang sehat, fungsi leher rahim dan selaput dinding rahim yang optimal, sperma suami yang berkualitas, serta keharmonisan hubungan suami istri. Ada berbagai cara/metode yang dapat Anda gunakan untuk menentukan masa subur wanita setelah menstruasi.

1. Metode Penghitungan Kalender

Mendeteksi masa subur wanita setelah menstruasi dengan menggunakan metode penghitungan kalender ini cukup mudah dilakukan, dengan tingkat keakuratan sekitar 60–70 %. Cara ini didasarkan pada hitungan kalender setelah seorang wanita menstruasi sampai siklus menstruasi berikutnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa menstruasi merupakan pertanda kematangan biologis pada wanita untuk melakukan reproduksi. Seorang wanita dalam suatu siklus normal bulanannya, akan mengeluarkan sel telur yang berasal dari indung telur. Sel telur ini akan menempel di dinding rahim. Jika sel telur tersebut telah matang dan tidak ada sperma yang membuahi, maka secara otomatis akan keluar melalui organ intim wanita sebagai darah haid.

Teori itulah yang digunakan pada prinsip penghitungan kalender ini. Ada dua cara penerapan sistem kalender ini, yaitu pada wanita dengan siklus haid teratur dan tidak teratur. Untuk menentukan masa subur wanita setelah menstruasi pada siklus haid teratur lebih mudah daripada silkus yang tidak teratur. Siklus haid yang teratur datang secara rutin pada 21 – 35 hari setiap bulannya (umumnya 28 – 30 hari). Lamanya haid pada umumnya sekitar 3 – 7 hari. Masa subur pada siklus haid yang teratur ini terletak pada hari ke-14 setelah hari pertama haid dengan rentang masa subur sekitar 5 hari. Jadi untuk lebih mudahnya hari ke-14 dikurangi 2 hari (untuk hari pertama masa subur) dan hari ke-14 ditambah 2 hari (untuk hari terakhir masa subur).

Contoh: Seorang wanita mengalami siklus haid tiap bulannya datang secara teratur 28 hari sekali. Untuk menentukan masa suburnya yaitu dihitung 14 hari sejak hari pertama haid, dengan rentang masa subur hari pertamanya hari ke-12 (14-2) dan masa subur hari terakhirnya hari ke-16 (14+2). Hal yang perlu diingat yaitu masa subur wanita tersebut dihitung sejak hari pertama menstruasi (bukan setelah menstruasi). Misalnya saja wanita tersebut mengalami haid pada tanggal 10 Oktober. Maka masa suburnya adalah pada tanggal 22 sampai 26 Oktober.

Sedangkan untuk menentukan masa subur wanita setelah menstruasi pada siklus haid yang tidak teratur, maka yang harus dilakukan yaitu mencatat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan atau 6 siklus. Kemudian hitung jumlah hari pada siklus terpendek dan siklus terpanjangnya. Sebagai catatan bahwa dalam satu siklus haid ini dihitung dari hari pertama mengalami menstruasi sampai hari pertama menstruasi berikutnya. Rumusnya yaitu jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 18 (untuk hari pertama masa subur), dan jumlah hari pada siklus terpanjang dikurangi 11 (untuk hari terakhir masa subur).

Contoh: Seorang wanita mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, di mana setelah dihitung dalam 6 bulan, didapatkan hasil bahwa siklus terpendeknya 26 hari dan siklus terpanjangnya 31 hari. Untuk menghitung masa suburnya yaitu 26-18 = 8 (hari pertama masa subur) dan 31-11 = 20 (hari terakhir masa subur). Maka masa subur wanita tersebut terletak pada hari ke-8 sampai hari ke-20 dihitung sejak hari pertama menstruasi.

2. Metode Mendeteksi Lendir Leher Rahim

Kelenjar leher rahim wanita pada saat sel telur telah matang, secara alami akan mengeluarkan lendir yang sering disebut sebagai lendir kesuburan. Lendir kesuburan ini mempunyai fungsi sebagai media yang mempertemukan sel sperma dengan sel telur. Selain itu juga dapat mengkondisikan organ intim wanita agar tidak terlalu asam sehingga sel sperma dapat bertahan hidup lebih lama di dalam saluran telur. Lendir kesuburan ini dihasilkan dalam kurun waktu yang cukup singkat, yaitu pada saat sel telur akan terlepas dari indung telur.

Cara yang paling mudah untuk menentukan masa subur wanita setelah menstruasi dengan metode deteksi lendir rahim ini yaitu dengan menggunakan tes jari. Caranya, ujung jari telunjuk dan dan ibu jari dimasukkan ke dalam organ intim wanita, lalu ditarik secara perlahan. Kemudian lihat elastisitas dari lendir yang terdapat pada ujung jari tersebut. Masa subur ditunjukkan oleh penampakan lendir leher rahim yang sangat elastis, dimana lendir tersebut seolah bergandengan secara kuat antara satu dengan yang lain (lengket) dan sulit terputus.

Cara ini sebenarnya labih akurat dari metode kalender (sekitar 75%), tetapi kesulitannya adalah bahwa setiap wanita memiliki produksi lendir yang berbeda-beda, ada yang banyak tetapi ada pula yang sedikit. Kemudian ada juga wanita yang dapat memproduksi lendir kesuburan dalam beberapa hari, tetapi ada juga wanita yang mengeluarkannya hanya dalam waktu beberapa jam saja. Kemudian jika tidak hati-hati pada beberapa kasus dapat terkecoh dengan keputihan. Sehingga pada metode ini memerlukan ketelitian/kejelian untuk melihatnya.

3. Metode Pengukuran Suhu Basal

Untuk menentukan masa subur wanita setelah haid dapat dilakukan dengan cara mengukur suhu basal tubuh. Caranya yaitu dengan meletakkan termometer lewat anus maupun di bawah lidah. Pengukuran dilakukan sesaat setelah bangun tidur sebelum melakukan aktifitas lain selama sekitar 5 menit. Catat setiap hasil pengukuran, lalu buat semacam grafik sederhana. Jika hasil pengukurannya relatif sama (grafiknya datar) maka wanita dalam masa yang tidak subur. Namun jika terjadi lonjakan suhu tubuh (umumnya sekitar 0,5°C) maka pada saat itulah wanita dalam keadaan subur. Peningkatan suhu tubuh ini umumnya terjadi beberapa hari kemudian akan turun kembali pada suhu normal sebelumnya.

Konsep ini didasarkan pada teori bahwa peningkatan hormon estrogen secara otomatis akan meningkatatkan suhu tubuh. Metode ini sebetulnya cukup akurat (sekitar 80%), namun kelemahannya adalah tidak dapat digunakan pada waktu wanita dalam kondisi demam atau pada kondisi capek yang biasanya berpengaruh meningkatkan suhu tubuh. Ketepatan dan konsistensi pengukuran dalam penggunaan termometer juga sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang benar-benar akurat.

4. Metode Pemeriksaan Urine

Masa subur untuk hamil dapat pula ditentukan menggunakan metode pemeriksaan urine. Metode ini dilakukan dengan cara mengecek kadar hormon penentu kesuburan yaitu Lutenizing Hormone (LH) yang terdapat pada urine. Alat ini mirip dengan test kehamilan dan dijual bebas di apotek. Cara menggunakannya pun sama dengan alat test kehamilan, yaitu dengan mencelupkan stik ke dalam urine yang ditampung dalam wadah kecil, kemudian dilihat perubahan yang terjadi. Jika pada masa subur, maka pada stik akan muncul dua garis warna, sedangkan jika sedang tidak subur maka hanya akan muncul satu garis warna saja. Keakuratan metode ini cukup bagus yaitu mencapai 90 – 95 %.

5. Metode Pemeriksaan Air Liur

Pemeriksaan air liur juga dapat digunakan untuk menentukan masa subur wanita setelah menstruasi. Caranya dengan menggunakan suatu alat semacam mikroskop kecil yang  bentuknya seperti lipstik. Kelebihan alat ini dapat dipakai berulang-ulang namun biasanya harganya relatif mahal. Cara ini diklaim sangat akurat, yaitu dapat mencapai 98%.

Caranya dengan mengambil setetes air liur yang pertama keluar di pagi hari kemudian diletakkan pada kaca yang telah disediakan pada alat itu. Tunggu sampai kering (sekitar 5 menit), kemudian nyalakan lampu LED nya. Lalu putar pada bagian pembesar lensa dan teropong hasilnya. Jika Anda dalam masa subur, maka air liur yang diteropong akan terlihat seperti ranting pohon yang bercabang dengan jumlah yang cukup banyak, dan jika tidak subur maka hanya terlihat semacam titik atau garis dalam jumlah yang sangat sedikit atau bahkan tidak ada gambar yang terlihat/kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *