invisible hit counter

Follow US

Cara Diet Sehat Ibu Menyusui untuk Mendapatkan Tubuh Ideal

Cara Diet Sehat Ibu Menyusui untuk Mendapatkan Tubuh IdealKeinginan untuk memiliki tubuh ideal tentu dimiliki oleh setiap orang terutama oleh wanita. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa memiliki tubuh ideal juga diinginkan oleh para ibu yang baru melahirkan. Kewajiban ibu setelah melahirkan adalah menyusui bayi. Namun untuk melakukan kewajiban tersebut, ibu tentu harus menjaga asupan agar kebutuhan ASI tetap terjaga. Lalu bagaimana ibu bisa memperoleh kembali tubuh idealnya? Berikut ini ada beberapa cara diet ibu menyusui yang sehat untuk bayi dan yang membantu mengembalikan bentuk tubuh ideal ibu.

Menjaga Nutrisi Makanan

Jenis nutrisi yang wajib dipenuhi setiap harinya oleh ibu menyusui adalah karbohidrat, lemak dan protein. Ketiga jenis nutrisi tersebut juga harus dikonsumsi secara seimbang agar tidak berbahaya bagi tubuh. Belum lagi, ibu akan cepat merasa lapar selama masa menyusui sehingga muncul kekhawatiran ibu akan makan dalam jumlah banyak terus-menerus untuk menghilangkan rasa lapar ini. Jenis makanan yang dikonsumsi memang harus dipilih agar nutrisi yang didapatkan tepat dan bermanfaat, membuat tubuh tidak cepat lapar dan menjadi asupan yang sehat untuk bayi.

Hindari Makanan Non-Organik

Ibu harus mengonsumsi makanan yang terhindar dari paparan bahan kimia. Di berbagai jenis makanan, kita kadang menemui kontaminasi bahan kimia. Hal ini sering terjadi pada sayuran yang terkena pestisida. Jika tidak hati-hati dalam memilih bahan makanan, maka zat kimia berbahaya ini dapat masuk ke ASI dan termakan oleh bayi. Selain itu, zat kimia berbahaya ini dapat mengganggu pola metabolisme ibu, menyebabkan perlambatan penyerapan lemak dan karbohidrat, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

Konsumsi Lemak Sehat

Saat memilih minyak untuk dikonsumsi, ibu sebaiknya menggunakan minyak yang mengandung lemak sehat seperti minyak zaitun. Lemak jenuh atau lemak jahat yang ada pada minyak biasa akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Lemak jahat dapat menyebabkan kenaikan kolesterol dan kenaikan berat badan. Selain minyak zaitun, lemak sehat dapat diperoleh dari alpukat dan kacang-kacangan. Sedangkan minyak jenuh atau minyak jahat sangat mudah ditemui pada susu, minyak sawit, dan mentega. Selain berbahaya bagi ibu, keduanya juga berbahaya untuk bayi. Lemak jahat dapat menyebabkan bayi mengalami masalah obesitas.

Konsumsi Omega 3

Omega 3 dapat dengan mudah diperoleh dari ikan. Ikan memang merupakan salah satu makanan dengan kandungan protein dan nutrisi omega 3 yang tinggi yang sangat sehat bagi ibu. Kandungan ini juga membantu perkembangan otak bayi. Beberapa jenis ikan yang disarankan untuk dikonsumsi adalah adalah salmon, tuna, nila, kerang, udang, dan lele.

Minum Air Putih yang Cukup

Ibu setidaknya harus mengonsumsi dua sampai tiga liter air putih pada masa menyusui. Air putih sangat berguna untuk membantu tubuh tetap terhidrasi. Selain itu, kekurangan air dapat membuat ibu mudah merasa lelah. Buah dan sayuran juga mengandung banyak air sehingga wajib dikonsumsi oleh ibu.

Tidak Mengkonsumsi Kafein dan Alkohol

Penumpukan zat kafein pada tubuh bayi yang berasal dari ASI dapat menyebabkan gangguan hati dan ginjal pada bayi. Selain itu, tidak diketahui apakah tubuh bayi dapat menoleransi kandungan alkohol pada ASI. Selain kopi, hindari juga mengkonsumsi minuman coklat dan teh, karena kedua minuman ini juga mengandung kafein.

Kurangi Konsumsi Gula

Kebiasaan mengonsumsi makanan ringan atau makanan selingan yang mengandung gula dapat memberikan dampak buruk bagi program diet ibu menyusui. Makanan yang tidak diolah dari bahan segar, terutama makanan kemasan, mengandung banyak lemak dan zat yang tidak berguna untuk tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan ibu. Selain menaikkan berat badan ibu, makanan yang tidak sehat dan mengandung gula tambahan ini juga dapat menyebabkan masalah kesehatan pada bayi, seperti obesitas dan kenaikan level gula darah.

Olahraga Teratur

Selain menjaga asupan makanan, program diet ibu menyusui juga harus dilengkapi dengan melakukan olahraga yang teratur. Selain untuk membakar lemak, olahraga juga berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Jenis olahraga yang dapat dilakukan oleh ibu menyusui bisa apa saja yang sesuai dengan kemampuan atau yang disukai. Biasanya para ibu senang melakukan olahraga seperti aerobik atau yoga. Selain menyehatkan, olahraga yang teratur juga mampu mengurangi kadar racun dalam tubuh.

Istirahat Cukup

Ibu menyusui biasanya akan mengalami banyak gangguan saat berusaha beristirahat karena bayi masih sering minta diberi ASI. Selama masa diet, ibu menyusui harus dapat mengatur waktu dengan baik agar bisa beristirahat. Selain pentung untuk menjaga stamina, istirahat yang cukup juga mampu menjaga serta memperbaiki sistem metabolisme tubuh yang sebelumnya kurang bagus. Selain istirahat yang cukup, ibu juga harus mengatur waktu makan selama masa diet ibu menyusui.

Protein Baik untuk Tubuh

Konsumsilah protein setiap hari. Mengonsumsi setidaknya dua sampai tiga porsi protein dapat membantu pertumbuhan bayi, perbaikan sel dan pembentukan tubuh bayi. Protein baik dapat diperoleh dari daging ayam, bebek, ikan, telur, susu rendah lemak, kacang-kacangan. Protein yang dikonsumsi akan digunakan sebagai sumber kalori oleh tubuh, sehingga membantu ibu untuk merasa kenyang lebih lama pada masa diet ibu menyusui.

Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Selain sebagai sumber air dan mineral, sayur dan buah juga merupakan sumber vitamin yang sangat berguna bagi tubuh. Untuk menjaga agar diet yang dilakukan berhasil, ibu disarankan untuk mengonsumsi tiga porsi sayuran setiap harinya. Pada masa diet ibu menyusui ini, ibu juga disarankan untuk mengonsumsi sayuran dalam berbagai warna karena kekayaan kandungannya. Sayuran yang disarankan antara lain adalah jagung manis, wortel, tomat, brokoli, asparagus, kembang kol, bayam, bayam merah, kale, dan sebagainya.

Menjaga Kebiasaan Makan yang Baik

Beberapa kebiasaan atau sikap makan yang dapat diterapkan pada masa diet ibu menyusui antara lain adalah makan dalam porsi yang pas. Menjaga porsi makan sangat penting untuk menjaga asupan kalori yang dibutuhkan tubuh, sehingga tidak terjadi penumpukan lemak pada tubuh. Untuk menjaga alat pencernaan dan melancarkan sistem pencernaan, makanan harus dikunyah sampai lunak sebelum ditelan dan masuk ke dalam tubuh.

Makanlah sambil duduk. Sikap duduk adalah posisi terbaik bagi tubuh untuk menerima makanan. Dengan posisi duduk, alat pencernaan berada pada posisi yang tepat dan siap untuk mencerna makanan. Ibu sebaiknya juga jangan langsung tiduran setelah makan besar. Bukan hanya berlaku pada diet ibu menyusui, hal ini sebaiknya diterapkan semua orang yang ingin sehat dan menghindari penumpukan lemak pada perut.

Hindari Stres

Pada saat menyusui, emosi ibu sering kali menjadi tidak stabil. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya waktu istirahat ibu. Hal ini juga bisa disebabkan karena hormon yang naik turun. Stres yang tidak dapat dikendalikan juga dapat menjadi penyebab gagalnya diet ibu menyusui. Kondisi stres biasanya akan memancing tubuh untuk mengonsumsi sesuatu, parahnya adalah asupan yang dikonsumsi biasanya yang kurang baik untuk kesehatan, seperti coklat, kue, dan makanan manis lainnya. Coklat memang terkadang ampuh untuk mengurangi stres, namun dapat menjadi penghalang diet bagi ibu menyusui.

Selain dapat mengganggu diet, stres juga dapat memengaruhi produksi air susu ibu dan emosi bayi. Bayi memang dipercaya memiliki ikatan emosi yang erat dengan ibunya. Stres yang tidak dikendalikan ini akan membuat pertumbuhan bayi pada masa golden age (1-3 tahun) menjadi tidak maksimal.

Ketika menjalani diet ibu menyusui, ibu sebaiknya mengatur pola makan, pola tidur, serta memperhatikan kandungan nutrisi pada asupan. Mendapatkan tubuh yang ideal dan sehat memang tidak mudah, namun hasilnya akan memuaskan dan bermanfaat besar pada ibu dan bayi. Ibu sehat, bayi juga sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *