invisible hit counter

Follow US

Apa Saja Penyebab Sakit Kepala Terus-Menerus? Inilah Selengkapnya

Apa Saja Penyebab Sakit Kepala Terus-Menerus? Inilah SelengkapnyaSebagian dari kita pasti ingin mengetahui penyebab sakit kepala terus-menerus, entah karena kita sendiri merasakannya atau malah kita melihat orang lain disekitar kita mengalaminya. Sakit kepala merupakan salah satu signal yang diberikan oleh tubuh kita bahwa sedang terjadi sesuatu dengan kesehatan kita.

Siapa yang tidak pernah mengalami sakit kepala? Sakit kepala merupakan keluhan terbanyak yang diterima oleh tenaga kesehatan. Bagaimana jika sakit kepala tersebut terjadi terus menerus? Sakit kepala yang terjadi terus-menerus tentu saja akan sangat mengganggu bagi siapa saja yang mengalaminya. Karena onset terjadinya yang terus-menerus dalam waktu yang lama, maka jenis sakit kepala ini disebut sakit kepala kronis. Penyebab sakit kepala terus-menerus ini bisa bermacam-macam dan berbeda bagi setiap orang. Untuk itulah kita perlu mengenali jenis-jenis sakit kepala dan juga apa saja penyebabnya yang umum terjadi.

Apa Saja Penyebab Sakit Kepala Terus-Menerus yang Biasa Terjadi?

Sakit kepala kronis atau sakit kepala yang terjadi terus-menerus didefinisikan sebagai jenis sakit kepala yang terjadi lebih dari 15 kali dalam jangka waktu satu bulan dengan durasi rata-rata lebih dari empat jam per hari bila tidak mendapat pengobatan dan minimal sudah berlangsung selama enam bulan. Akibat sakit kepala terus-menerus ini akan membatasi aktivitas penderitanya mulai dari yang ringan hingga berat. Untuk itulah kita perlu mengetahui apa saja penyebabnya berdasarkan jenis sakit kepalanya.

  • Sakit kepala tipe tegang

Jenis sakit kepala ini adalah jenis yang paling banyak dijumpai di masyarakat, lebih dari 80 persen pasien datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala tegang. Sakit kepala ini ditandai dengan nyeri kepala seperti terikat dan ditekan dari bagian depan kepala hingga belakang bahkan hingga ke bagian leher dan terjadi pada seluruh bagian kepala.

Pada jenis sakit kepala ini pasien biasanya tidak mengeluhkan sakit kepala berdenyut, tidak dipengaruhi oleh aktivitas dan tidak ada rasa mual atau ingin muntah. Sakit kepala ini dapat terjadi terus menerus walaupun penyebab pastinya belum diketahui. Akan tetapi sampai saat ini penyebab sakit kepala terus-menerus yang satu ini diduga adalah akibat dari kontraksi terus-menerus dari otot kepala dan leher.

Kontraksi otot yang menjadi penyebab sakit kepala ini juga merupakan hasil dari berbagai kondisi di dalam tubuh kita, seperti ketegangan yang berasal dari masalah psikis kita yakni kecemasan kronik dan juga depresi. Selain itu, sikap dan posisi tubuh, kepala, dan leher yang salah dan berlangsung terus-menerus juga dapat menjadi pemicu sakit kepala tipe ini.

  • Migren

Berbeda dengan sakit kepala tipe tegang, yang dirasakan di seluruh bagian kepala, migren merupakan jenis sakit kepala yang hanya mengenai salah satu sisi kepala kita. Hal ini menyebabkan migren di masyarakat lebih dikenal dengan istilah sakit kepala sebelah. Migren juga dirasakan berdenyut dengan intensitas yang sedang hingga berat dan kadang disertai rasa mual, silau maupun gangguan penglihatan  maupun pendengaran.

Penyebab sakit kepala sebelah ini juga belum diketahui, yang diketahui masih berupa teori semata. Teori yang banyak dikemukakan selama ini  adalah akibat penekanan terhadap aktivitas saraf di otak sehingga mengurangi aliran darah yang dibutuhkan oleh otak. Selain itu terdapat teori yang mengatakan terdapat penekanan pada saraf di otak yang akhirnya membuat diameter pembuluh darah di otak mengecil dan melebarkan diamater pembuluh darah di luar otak sehingga pasien merasakan kepalanya seperti berdenyut.

Beberapa faktor diketahui menjadi penyebab sakit kepala sebelah ini seperti makanan yang mengandung tyramine sebuah asam amino yang secara normal akan dimetabolisme oleh tubuh dan tidak berbahaya. Akan tetapi bagi beberapa orang dengan kondisi genetik tertentu tidak bisa mencernanya dan dapat menyebabkan sakit kepala. Makanan yang mengandung tyramine seperti anggur merah, cokelat, keju, daging-dagingan yang diasap atau makanan yang difermentasi.

Selain konsumsi makanan tertentu seperti di atas, beberapa kondisi dapat mencetuskan nyeri kepala ini seperti kondisi keletihan dan stres, obat-obatan yang berefek melebarkan pembuluh darah, cahaya yang berkedip-kedip dan pada beberapa pasien wanita menstruasi dapat menjadi penyebab sakit kepala sebelah.

  • Sakit kepala yang berasal dari leher (Nyeri kepala Servikogenik)

Nyeri kepala tipe ini biasanya dirasakan bisa pada salah satu sisi maupun seluruh bagian kepala. Nyeri kepala ini tidak berdenyut dan serangannya bisa terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari. Nyeri kepala ini timbul dicetuskan oleh gerakan leher dan terjadi pengurangan pergerakan leher bagi penderitanya. Penyebab sakit kepala terus-menerus ini antara lain terdapat penekanan pada saraf-saraf yang terdapat di leher, kontraksi terus-menerus pada otot leher dan juga efek dari penyakit yang menyerang tulang leher.

  • Sakit kepala Klaster

Sakit kepala yang satu ini selalu dirasakan mengenai salah satu sisi kepala dengan intensitas yang berat dan disertai dengan mata merah sebelah, wajah berkeringat sebelah dan keluar cairan dari hidung yang juga hanya terjadi sebelah. Ini merupakan suatu kondisi gawat darurat sehingga perlu penanganan segera di rumah sakit.

  • Penyebab lainnya

Selain jenis sakit kepala yang sudah dijelaskan di atas, terdapat beberapa kondisi yang juga dapat menjadi penyebab sakit kepala terus-menerus. Salah satu diantaranya adalah sinusitis, sebuah infeksi yang terjadi pada rongga udara yang berada di wajah kita. Infeksi pada rongga ini dapat merangsang pusat nyeri yang ada di kepala. Hal yang sama juga dapat disebabkan oleh penyakit gigi.

Setelah menyimak penyebab sakit kepala terus-menerus yang dapat terjadi di atas, kita perlu mewaspadai beberapa tanda bahaya sakit kepala. Seperti sakit kepala yang timbul mendadak, baru pertama kali dirasakan dan hebat. Selain itu nyeri yang timbul dirasakan makin lama makin berat dan bertambah hebat jika pasien mengedan atau batuk. Waspadai juga jika nyeri kepala yang timbul disertai panas badan, muntah tanpa didahului rasa mual, kaku pada leher, penglihatan ganda, lemah badan sebelah, kejang-kejang maupun penurunan kesadaran. Nyeri kepala yang baru terjadi pertama kali pada usia di atas 50 tahun juga merupakan salah satu tanda bahaya yang perlu kita waspadai.

Jika anda merasakan nyeri kepala seperti terikat dengan intensitas ringan, anda bisa saja mengkonsumsi beberapa obat pereda nyeri kepala seperti parasetamol untuk mengurangi akibat sakit kepala terus-menerus yang tentu sangat mengganggu. Selain mengkonsumsi obat, ubah pola kebiasaan buruk salah satunya posisi duduk yang salah ketika bekerja karena dapat menyebabkan kontraksi berlebih pada otot leher.

Apabila setelah mengubah kebiasaan buruk dan mengkonsumsi obat tidak terjadi perubahan berarti dan sakit kepala yang anda alami menjadi lebih berat dan jika anda mengalami salah satu dari tanda bahaya sakit kepala di atas segera periksakan diri anda ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *